Jakarta – Pihak Rumah Sakit Haji Jakarta (RSHJ), Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur harus bertanggung jawab atas kematian Rinaldi, bayi berusia lima bulan penderita gizi buruk.
Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) dr Marius Widjajarta, SE saat dihubungi SH di Jakarta, Sabtu (1/11) pagi.
Dia mengatakan kalau memang pasien telah dinyatakan sembuh, namun ternyata justru meninggal, pihak rumah sakit harus bertanggug jawab. Namun, jika pasien dibawa pulang oleh keluarganya, tanggung jawab sepenuhnya di tangan keluarga.
Muhamad Rinaldi adalah pasien gizi buruk yang dirawat di RSHJ Pondok Gede selama kurang lebih satu bulan. Kamis (30/10) malam, Rinaldi pun dibawa pulang karena dokter yang menanganinya menyatakan ia telah sembuh dan cukup menjalani rawat jalan saja. Setelah tiba di rumah, Jumat (31/10), Rinaldi meninggal dunia.
Keluarganya menduga Rinaldi diminta menjalani rawat jalan karena tidak mampu membayar tagihan rumah sakit yang mencapai Rp 20 juta.
Meskipun telah mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan diperbolehkan membayar 50 persen dari jumlah tagihan, keluarganya tetap tidak mampu membayar tagihan itu.
Ia menyatakan kalau memang keluarga Rinaldi tidak mampu membayar 50 persen biaya dari keseluruhan biaya yang diminta, seharusnya mereka mengajukan kembali keringanan ke Dinas Kesehatan.
"Kalau mampunya bayar 10 persen ya katakan saja begitu," lanjutnya.
Menanggapi jaminan kesehatan keluarga miskin (Gakin) atau SKTM, Marius menyatakan tidak ada kejelasan dari Pemda perihal jumlah biaya yang ditanggung. "Tidak jelas apakah ditanggung 10 persen atau 50 persen atau 100 persen," katanya. Akibatnya warga kebingungan mengurus hal itu. (deytri aritonang)