Korban Longsor di Malaysia, Keluarga Tak BerfirasatKamis, 11 Desember 2008 - 01:43 wibTEGAL - Keluarga Suaemah (30), TKI yang menjadi korban saat bencana di Malaysia 6 Desember lalu, mengaku tidak mempunyai firasat apapun terhadap korban. "Tidak ada firasat. Dua minggu sebelum kejadian istri saya sempat telepon dan bilang kondisinya baik-baik saja," ujar Karnawi (35), suami Suaemah saat ditemui di rumahnya, Rabu (10/12/2008). Dia menjelaskan, wanita asal Desa Kalisalak, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, itu baru bekerja sekira lima bulan. "Tetapi saya tidak tahu di tempat siapa dia bekerja. Saya hanya tahu di Malaysia," tandasnya. Karnawi berharap, pemerintah segera memulangkan jenazah isterinya. "Karena almarhumah akan dimakamkan di tempat kelahirannya," tuturnya. Sebelumnya, dalam longsor tersebut tiga warga negara Indonesia menjadi korban. Satu orang tewas dan dua orang ainnya terluka. (Kastolani/Sindo/kem) |
11 December 2008
Korban Longsor di Malaysia, Keluarga Tak Berfirasat
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Thursday, December 11, 2008
Label: Buruh migran
