Malaysia Tembak Mati Empat Buronan Asal IndonesiaSenin, 17 November 2008 | 09:01 WIB
TEMPO Interaktif, Seremban: Kepolisian Malaysia menembak mati empat warga Indonesia yang menjadi buronan di Seremban, Malaysia, Minggu (16/11) pagi. Mereka ditembak karena mencoba melawan polisi. Menurut The Star, Senin (17/11), empat warga Indonesia tersebut mencoba melawan polisi karena mereka menggunakan ilmu hitam sehingga mereka yakin bakal kebal peluru. Empat warga Indonesia yang membawa parang menolak untuk menyerah ketika polisi menghentikan mobil mereka pada pukul 06.00 setelah mereka merampok. Empat warga Indonesia dengan kaki telanjang itu justru keluar dari mobil dan berupaya menyerang polisi dengan parang. Akibatnya, polisi menembak mereka. Keempat warga Indonesia tersebut diduga terlibat dalam 24 kasus perampokan bersenjata di Negeri Sembilan, Melaka, dan Selangor. Kepala Kepolisian Negeri Sembilan Datuk Osman Salleh mengatakan bahwa empat warga Indonesia tersebut tidak memiliki dokumen identitas. Oleh sebab itu, lanjut Osman, polisi akan mengirim data sidik jari mereka ke Interpol untuk membantu penyelidikan. Osman mengatakan empat warga Indonesia tersebut kabur dengan mobil Proton Satria dari kejaran tim polisi. Mereka kabur setelah merampok di Sendayan. Polisi berhasil menyudutkan mereka di sebuah kawasan yang sepi di Seremban. "Para kriminal itu sangat berbahaya. Karena dalam mayoritas laporan perampokan yang mereka lakukan, mereka kerap melukai korban," tambah Osman. Dari mobil empat warga Indonesia itu, Osman mengatakan pihaknya menyita sebuah tas berisi laptop, kamera digital, tiga telepon seluler, perhiasan, dua paket sabu, dan pil ekstasi. The Star| Kodrat Setiawan |
04 December 2008
Malaysia Tembak Mati Empat Buronan Asal Indonesia
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Thursday, December 04, 2008
