Jumat, 28 2008 02:35 WIB Permintaan TKI Masih Tinggi JAKARTA--MI: Krisis ekonomi global yang melanda dunia tidak berpengaruh terhadap permintaan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. "Bahkan, permintaan ke Timur Tengah mengalami peningkatan yang signifikan", ujar Ketua Umum Asosiasi Penyedia Jasa tenaga kerja Indonesia (APJATI), Nurfaizi, saat Halal Bihalal dan Silatuhrahim TKI bersama APJATI di Hall A PRJ Kemayoran, Jakarta, Kamis (27/11). Ia mengatakan, menghadapi krisis finansial dunia yang berimbas ke tanah air, APJATI siap membantu pemerintah menggerakkan perekonomian dengan mengirim tenaga kerja, yang kehilangan pekerjaannya di dalam negeri, untuk bekerja secara profesional di luar negeri. Ke depan, kata Nurfaizi, sebanyak 337 Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang tergabung dalam APJATI telah berkomitmen mengirimkan lebih banyak tenaga kerja profesional untuk bekerja di sektor formal. Kami akui sekarang TKI kita dominan bekerja di sektor informal sebagai tata laksana rumah tangga. Ke depan rasionya harus diubah," tuturnya. Nurfaizi mengimbau, agar masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri melalui proses legal. Sehingga, terjamin proses penempatan dan perlindungannya baik sebelum, selama, dan sesudah bekerja. Nurfaizi mengatakan, seluruh PPTKIS yang tergabung dalam APJATI, akan berusaha memfasilitasi proses penempatan dan perlindungan TKI dengan murah, mudah, cepat, dan aman. Sementara Wakil Ketua Apjati, Rusdi Basalamah, menambahkan, saat ini, terdapat 96 ribu TKI dari Jakarta yang siap diberangkatkan ke luar negeri, terutama ke negara-negara Timur Tengah, seperti, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Saudi Arabia. "Sektor-sektor manufaktur, konstruksi, dan perhotelan di Timur Tengah sekarang sedang bergeliat. Permintaan TKI sektor tersebut justru meningkat," tuturnya. (Ant/OL-06) |
02 December 2008
Permintaan TKI Masih Tinggi
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Tuesday, December 02, 2008
Label: Buruh migran
