-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

04 December 2008

Warga Taman BMW Kembali Digusur

Warga Taman BMW Kembali Digusur

Kamis, 20 November 2008 | 18:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta :Untuk yang ketiga kalinya, warga penghuni Taman Bersih, Manusiawi, dan Berwibawa (Taman BMW) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali mengalami penggusuran. Kamis (20/11), sekitar 100 aparat satuan polisi pamong praja, mengobrak-abrik rumah penduduk, tanpa ada perlawanan.


 

"Kami memang tidak ingin melawan. Kalau melawan, buntutnya lebih banyak," kata salah seorang warga yang menghuni bagian utara atau dekat rel kereta api, Rasdullah. Selain itu, diakui Rasullah, warga juga sadar bahwa tanah yang mereka tempati bukan miliknya.

Hal yang sama juga terjadi di bagian tengah Taman BMW. Salah seorang warga, Boru Situmorang terlihat lemas hanya melihati rumahnya yang telah rata dengan tanah dan terbakar api. Bahkan perempuan yang tengah hamil ini enggan memberikan pernyataan. "Sudah sering diliput, (nasib kami) gini-gini juga," ujarnya sembari menjauh.

Sebelumnya, warga Taman BMW digusur pada 24 Agustus dan 8 Oktober lalu. Dalam aksi penggusuran yang terakhir itu, selain menggunakan kekerasan fisik terhadap korban penggusuran, aparat juga membakar sejumlah rumah tenda yang berdiri. Akibat aksi aparat pamong praja ini, warga juga telah melaporkannya ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Pada penggusuran pertama maupun kedua, warga melakukan perlawanan. Salah satunya adalah dengan cara membangun kembali rumah mereka dengan bahan ala kadarnya, seperti bambu, papan bekas, dan tiang bekas.

Namun, pada penggusuran yang ketiga ini, nampaknya warga telah kehabisan energi untuk melawan. Hal itu juga didorong oleh mulai dibangunnya pagar pembatas lahan seluas 26 hektar. Tiang-tiang beton sudah berdiri di sekelilingnya. Beberapa pria yang diduga disewa untuk menjaga proses pemagaran juga turut menyebar 'teror' tersendiri.

Camat Tanjung Priok, Supriyono mengatakan bahwa proses penggusuran kali ini merupakan lanjutan penggusuran yang terdahulu. "Saya hanya menjalankan perintah pimpinan," ujar Supriyono yang memimpin langsung proses penggusuran tadi pagi.

Menurut Supriyono, warga sudah diperingatkan untuk tidak membangun lagi di area yang direncanakan sebagai lahan membangun fasilitas olahraga internasional itu. "Ini terkait rencana pembangunan itu. Kalau tidak bersih bagaimana (bisa dibangun)," kata dia.

Soal adanya kelompok tertentu sebagai penjaga keamanan pembangunan, Supriyono mengaku tidak mengetahuinya. "Saya tidak tahu persis. Karena merasa pemborong besar, gak lapor ke saya," imbuhnya.

Tito Sianipar

 

http://www.tempointeraktif.com/hg/tata_kota/2008/11/20/brk,20081120-147174,id.html