-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

21 January 2009

Depo Plumpang Harus Bebas Warga

Republika Newsroom

Selasa, 20 Januari 2009 pukul 18:27:00
 

JAKARTA -- Ketua DPR Agung Laksono mengemukakan, Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, sebaiknya ditingkatkan keamanannya dengan menjauhkan permukiman warga dari lokasi obyek vital tersebut."Singapura itu depo minyaknya di tengah laut, untuk menjaga tingkat keamanan," katanya usai diskusi Agenda 23 Wacana Dari Slipi yang tertema "Antisipasi Konflik Pra dan Pasca Pemilu 2009" di Slipi Jakarta Barat, Selasa.


Untuk menjaga keamanan dan suplai BBM untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya, perlu dilakukan relokasi permukiman warga sekitarnya. Menurut Agung, relokasi itu juga untuk kepentingan warga dari kemungkinan terjadinya kasus serupa.


Depo Plumpang yang salah satu tangki penampungan premiumnya terbakar pada Minggu (18/1) malam, sudah mulai beroperasi kembali pada Senin (19/1). Pengisian BBM ke truk tangki melalui Depo Plumpang sudah dilakukan mulai pukul 15.45 WIB. Namun pengisian dilakukan secara manual.


Operasi Depo Plumpang, Jakarta Utara dihentikan sementara menyusul kebakaran yang terjadi Minggu (18/1) malam sekitar pukul 21.20 WIB.Pertamina mengalihkan pengisian truk tangki BBM di Plumpang ke Terminal Transit Tanjung Gerem, Merak sebanyak 30 truk, Depo Padalarang 20 truk, dan Depo Cikampek 70 truk.


Meski demikian, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sempat mengalami kekosongan akibat belum beroperasinya Depo Plumpang itu.Wakil Presiden M Jusuf Kalla meminta wilayah di sekitar Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara harus bebas dari rumah-rumah penduduk sehingga meminimalkan bahaya yang mungkin terjadi."Kita akan ambil suatu langkah bagaimana instalasi minyak (Depo Plumpang) ini bisa bebas dari penduduk," kata Wapres M Jusuf Kalla saat meninjau lokasi kebakaran di Depo Plumpang, Jakarta Utara, Senin (19/1).


Wapres Jusuf Kalla bersama Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro meninjau lokasi kebakaran tangki 24 Depo PT Pertamina Plumpang. Dalam kunjungan tersebut Wapres menyempatkan diri berbincang dengan tim forensik dari Puslabfor Mabes Polri.Menurut Wapres musibah kebakaran salah satu tangki tadi malam menjadi peringatan berharga seluruh masyarakat akan bahaya yang mungkin ditimbulkan di instalasi minyak. Karena itu Wapres meminta masyarakat bisa memahami langkah tersebut.


Ketika ditanyakan apakah dengan demikian akan dilakukan penggusuran, Wapres mengatakan tidak seperti itu."Bukan penggusuran. Menggusur itu kalau tanah miliknya (masyarakat) kita ambil, tetapi ini (tanah) milik PT Pertamina," kata Wapres.ant/kp


Link: http://www.republika.co.id/berita/27154.html