PALEMBANG - Angka kematian ibu melahirkan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih sangat tinggi, mencapai 200 kematian setiap 100 ribu ibu melahirkan.
Ketua Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Sumsel, Prof H Syakroni Daud Rusydi mengatakan, di Palembang, Selasa (6/01), masih tingginya angka kematian ibu melahirkan tersebut karena masih banyak warga Sumsel yang belum mengetahui proses kehamilan sampai persalinan yang sehat.
"Karena masih banyak warga yang belum memanfaatkan tenaga medis, seperti bidan desa untuk membantu kelahiran anak mereka," imbuhnya.
Menurut Syakroni, sebagian besar kematian ibu melahirkan tersebut karena mengalami pendarahan, infeksi, dan kehamilan dengan hipertensi (darah tinggi) yang semuanya bisa mengakibatkan kematian. Tetapi, lanjut dia, kalau kelahiran dilakukan dengan cara yang tepat sesuai dengan standar kesehatan, maka angka kematian bisa diminimalkan.
Syakroni menambahkan, masih tinggi angka penduduk miskin terutama di wilayah pedesaan di daerahnya itu, juga menjadi pemicu kematian ibu melahirkan semakin banyak akibat mereka kesulitan keuangan untuk melahirkan di rumah sakit atau klinik.
"Akibatnya masih banyak warga yang menggunakan tenaga dukun beranak yang notabene tidak direkomendasikan membantu proses kelahiran anak tanpa diawasi langsung oleh bidan," kata dia pula.
Dia menambahkan, untuk meminimalkan angka kematian ibu melahirkan di daerah tersebut, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan bagi ibu hamil. Selain itu, menurut dia, upaya untuk mencetak tenaga dokter spesialis kandungan juga terus dioptimalkan sehingga bisa meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil di Sumsel.
Pada 23-25 April 2009 akan dilaksanakan temu ilmiah nasional Himpunan obstetri Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI) di Palembang, dengan tema 'Meningkatkan Pelayanan Mutu Reproduksi Wanita dengan Menurunkan Angka Kematian Ibu'.
Saat ini secara nasional, angka kematian ibu melahirkan mencapai 300 kematian di antara 100 ribu kelahiran./ant/it
Link: http://www.republika.co.id/berita/24585.html
