-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

08 January 2009

Pedagang Blok M Buka Pasar Mandiri

FOPPI Siapkan Pasar Mandiri untuk Pedagang Pasar Koja
Rabu, 7 Januari 2009 | 01:16 WIB


Jakarta, Kompas - Pedagang los basah Pasar Melawai Blok M, Jakarta Selatan, yang tergusur dari penampungan sementara, akhirnya membuka pasar mandiri yang dikelola sendiri di bawah Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI). Dengan demikian, mereka tidak lagi di bawah pengelolaan Perusahaan Daerah Pasar Jaya.


Pasar mandiri yang didirikan sebagian pedagang los basah Pasar Melawai Blok M itu terletak di salah satu rumah toko yang tepat berseberangan dengan Blok M Square, yang telah dibuka sejak Desember 2008. Lokasinya berada di sisi selatan Blok M Square, tepatnya di seberang pintu UG Zamrud 1 gedung Blok M Square atau di Jalan Melawai IX No 24. Di sisi kanan dan kiri pasar tersebut terdapat toko arloji, restoran Jepang, dan toko emas. Pasar itu beroperasi sejak Minggu (4/1) dan sudah dipenuhi oleh pelanggan sejak pagi.


"Yang menjadi pegangan kami memang pelanggan. Umumnya dari restoran atau rumah makan," kata Hendri (38), pedagang Blok M generasi ketiga.


Pedagang yang berjualan di pasar mandiri itu sebanyak 27 orang, yang terdiri dari pedagang sayur-mayur, bahan pokok, perlengkapan dari plastik, ayam, daging, ikan, kopi giling, telur, hingga kios obat. Lantai dua rencananya akan ditempati pedagang makanan dan minuman.


Hendri mengatakan, kios itu disewa pedagang dengan uang sewa bulanan yang ditanggung bersama. Besarnya bervariasi, Rp 600.000-Rp 700.000 per bulan. Harga tersebut, bagi pedagang, relatif lebih terjangkau ketimbang jika mereka harus menebus kios los basah di Blok M Square seharga Rp 16 juta-Rp 32 juta per meter persegi.


"Terutama soal lokasinya. Di ruko ini, pelanggan mudah menemukan kami, di depan ada trotoar yang sangat sering dilewati orang. Strategis," kata Hendri.


Presiden FOPPI Sujianto mengatakan, keputusan membuka pasar mandiri sebenarnya telah direncanakan pedagang sejak masih di penampungan. Sebab, hingga saat mereka harus tergusur dari penampungan, tidak tercapai kesepakatan dengan pihak pengembang Blok M Square dan juga PD Pasar Jaya.


Para pedagang los basah sangat keberatan dengan dua hal, yaitu lokasi penempatan pedagang lama di Blok M Square dan harga kios. Terlebih, pedagang los basah ditempatkan di basement gedung, yang dirasakan sangat terpencil.


Pasar Koja menyusul


"Di pasar mandiri ini, pedagang berjualan rasanya lebih plong. Tidak di bawah PD Pasar Jaya lagi. Kami sekarang sedang mengupayakan pasar mandiri juga untuk pedagang Pasar Koja yang tergusur," kata Sujianto.


Basement los basah di Blok M Square lokasinya memang tampak terpencil. Dari pintu akses terluar di sisi selatan, pengunjung harus turun 38 anak tangga yang relatif sempit. Akses tersebut juga digunakan untuk keluar-masuk barang logistik pedagang los basah.


Akses lain bisa ditempuh melalui bagian dalam Blok M Square. Di los basah Blok M Square itu saat ini hanya sekitar enam pedagang lama Blok M yang berjualan dari total kapasitasnya, yaitu 48 pedagang.


Herman, pemilik kios kosmetik di lantai dasar Blok Square, mengeluh kondisi gedung yang masih sepi. Hingga kemarin, peritel besar Carrefour di Blok M Square belum buka. "Di depan kios saya ini seharusnya ada lift, tetapi realisasinya tidak ada," ujar Herman sembari menunjukkan denah kios yang ia miliki.


Pasar mandiri di Blok M merupakan contoh ketiga tempat usaha yang dibuka secara mandiri oleh pedagang tradisional yang tergusur di Jakarta akibat proyek peremajaan. Pertama kali dilakukan pedagang bunga dan ikan hias Barito. Mereka membuka Negeri Bunga dan Ikan Hias di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan.


Kemudian, sebagian pedagang tekstil di Blok M juga membuka Plasa Foppi di Jalan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (SF)



Link: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/07/01160236/pedagang.blok.m.buka.pasar.mandiri