-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

14 January 2009

Ketenagakerjaan Menjadi Agenda Utama

Selasa, 13 Januari 2009


Jakarta — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Suriah Mohammad Naji Otri sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral antara kedua negara.


"Ada potensi yang besar untuk peningkatan kerja sama ekonomi Suriah dan Indonesia. Oleh karena itu, komisi bersama harus lebih fokus untuk bekerja sama di bidang perdagangan, investasi, pertanian dan energi," kata Presiden Yudhoyono usai pertemuan bilateral dengan PM Suriah Otri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/1).


Terkait TKI di Suriah, Presiden Yudhoyono dan PM Otri telah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah TKI ini dengan sebaik-baiknya. Bahkan, Presiden Yudhoyono mengusulkan mandatory consuler notification apabila ada masalah yang berkaitan dengan tenaga kerja-tenaga kerja Indonesia di sana, agar Pemerintah Suriah maupun Pemerintah Indonesia bisa menyelesaikan dengan baik.


"Semangat itu kuat sekali, nanti Komisi Bersama akan mengagendakan langkah-langkah ke depan untuk menyelesaikan masalah-masalah itu," katanya.


Menurut data BNP2TKI, jumlah TKI ilegal di Suriah berjumlah 70.000 orang, Presiden Yudhoyono menyatakan akan mengecek kebenaran data itu ke Dubes RI di Damaskus dan Menakertrans.


PM Otri meluruskan, jumlah TKI yang berada di Suriah, hanya sepersepuluh dari jumlah 70.000. "Ini adalah penegasan dari saya. Sudah ada rancangan persetujuan di bidang tenaga kerja yang akan segera dibahas dan ditandatangani dalam pertemuan komisi bersama antara Indonesia dan Suriah," katanya. (din)


Link: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/13/lua04.html