-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

19 January 2009

Tenda Korban Lumpur di KNV Bertambah

Senin, 19 Januari 2009 | 14:19 WIB


SIDOARJO, KOMPAS - Korban lumpur Lapindo dari Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera, Sidoarjo, berdatangan di pintu masuk Kahuripan Nirwana Village, perumahan yang dibangun untuk korban lumpur, Minggu (18/1), kemudian mendirikan tenda. Kedatangan mereka disambut Wakil Bupati Sidoarjo Saiful Ilah yang berjanji akan memfasilitasi warga dengan PT Minarak Lapindo Jaya terkait penyelesaian ganti rugi.


Sampai hari ini terdapat delapan keluarga korban lumpur yang mendirikan tenda di pintu masuk KNV. Mereka terpaksa tinggal di tenda pengungsian karena masa kontrak rumah sudah habis sejak Desember 2008. Adapun ganti rugi rumah di KNV yang dijanjikan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) hingga kini belum rampung pengerjaannya sehingga belum bisa ditempati.


Sunarsih (50), salah satu korban lumpur yang baru mendirikan tenda, menyusul lima keluarga yang lebih dahulu mendirikan tenda di pintu masuk KNV. Nenek dua cucu tersebut terpaksa pindah dari rumah kontrakannya yang masa sewanya habis pada Desember 2008. Padahal, rumah di KNV miliknya sebagai ganti rugi dengan skema resettlemen sampai saat ini belum selesai dibangun.


"Masa kontrak rumah sudah habis. Tidak mungkin bagi saya dan keluarga untuk tinggal di rumah kontrakan lagi. Kami terpaksa akan tinggal di tenda bersama keluarga korban lumpur lainnya sampai ganti rugi rumah milik kami selesai dibangun," ucap Sunarsih saat menurunkan perabotan rumah miliknya dari truk.


Saiful yang berkunjung ke KNV berjanji akan memfasilitasi penyelesaian ganti rugi dengan skema resettlement tersebut dengan PT MLJ. Fasilitasi tersebut berupa pembicaraan dan pengawasan agar pembangunan perumahan di KNV segera diselesaikan. Ia pun merasa prihatin dengan nasib korban lumpur yang medirikan tenda di KNV.


"Prihatin melihat warga yang merasa tertipu karena rumah yang dijanjikan belum selesai juga pembangunannya. Sebagai wakil pemerintah daerah Sidoarjo, saya akan memfasilitasi dan membicarakan persoalan ini dengan PT Minarak," ujar Saiful.


Sebelumnya, Vice President PT MLJ Andi Darussalam Tabussala mengatakan, pembangunan perumahan di KNV memang sempat tersendat akibat krisis keuangan global yang melanda perusahaan itu. Ia mengatakan, pembangunan perumahan yang diperuntukkan bagi korban lumpur akan dimulai lagi pada Februari 2009.


Sejak Rabu (7/1), lima keluarga korban lumpur mendirikan tenda di pintu masuk KNV. Alasan pendirian tenda tersebut adalah masa kontrak rumah yang habis sejak Desember 2008, sementara pembangunan rumah sebagai ganti rugi di KNV belum selesai. Mereka adalah bagian dari sekitar 1.100 keluarga korban lumpur dari Perumtas, Sidoarjo, yang pembayaran sisa ganti ruginya macet. (APO) " Sejak Rabu (7/1), lima keluarga korban lumpur mendirikan tenda di pintu masuk KNV".


Link: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/19/14193631/tenda.korban.lumpur.di.knv.bertambah