JAKARTA, BK Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta menunda penuntasan pembongkaran gedung enam lantai di Jl Berenuk RT 04/07, Karetkuningan, Jakarta Selatan. Kepala Dinas P2B Hari Sasongko menjelaskan, gedung enam lantai milik Karta Surya tersebut sangat sulit diratakan karena strukturnya sangat kuat. Tak hanya terdiri atas kerangka besi dan beton, tapi juga menggunakan paku ulir. "Ketika pembongkaran dilakukan hingga pukul 21.00, Senin (10/8) lalu, tangki solar bolduser sempat bocor dua kali. Bahkan meski struktur bagian depan yang terdiri dari tiga trase sudah berhasil diruntuhkan, dan struktur turun hingga 10Cm dengan disertai suara krak. Namun struktur tetap kokoh. Tidak ambruk. Kokohnya struktur ini membuat alat berat itu tak mampu mencapai struktur bagian belakang yang terdiri dari dua trase," jelasnya kepada wartawan, Senin (11/8).
Diakui Hari, sebelumnya P2B berniat menghancurkan bangunan tersebut dengan bom berdaya ledak rendah (low explosive). Namun dampak peledakan bisa mempengaruhi bangunan di sekitarnya, seperti kaca-kaca bangunan akan retak atau pecah, penggunaan bahan peledak dari Gegana Brimob Polda Metro Jaya dibatalkan.
"Dari hasil rapat intern P2B diputuskan, karena kokohnya struktur bangunan, pembongkaran tak perlu sampai menghancurkan hingga bawah bangunan. Tapi cukup meruntuhkan struktur belakang yang terdiri dari dua trase. Jika pemilik nekat membangun gedung itu kembali kita akan minta pemiliknya membongkar sendiri," imbuh Hari.
Ditanya kapan dituntaskan, Hari mengatakan, hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Pasalnya tahun ini ada 700-an bangunan yang tanggal dan bulan pembongkarannya sudah ditetapkan yang perlu dilaksanakan sesuai jadwal. O rhm |