| MENGINTIP AKTIVITAS ANAK JALANAN DI BULAN RAMADAN (4) OLEH: ANDHIKA TIRTA SAPUTRA
TUHAN berikan aku hidup, satu kali lagi hanya untuk bersamanya. Ku mencintainya, sungguh mencintainya. Sepenggal lirik lagu berjudul, 'Cinta Terlarang' yang dipopulerkan oleh duo vokalis 'The Virgin' itu begitu merdu keluar dari bibir Neneng (12). Sambil diiringi alat musik sederhana berupa kecrekan dan gitar kecil, Neneng mengamen di atas angkutan umum maupun bus yang ngetem di kolong perputaran Slipi, Jakarta Barat.
Neneng tidak sendirian. Dia ditemani oleh dua rekannya, Ardi (10) dan Sari (8). Usai menyanyikan tembang itu, Neneng yang mempunyai suara lumayan ini langsung mendatangi penumpang satu per satu sambil menyodorkan kemasan bekas permen untuk meminta sumbangan. Tiba-tiba, sebuah ocehan kepolosan meluncur dari mulut Sari. "Gaya nyanyi lo, kayak artis beneran aja," ujar Saru meledek rekannya itu. Ledekan anak jalanan (anjal) ini mau tak mau membuat para penumpang tersenyum.
BK/LAMHOT NGAMEN: Meski berpuasa, mereka tetap mengamen. Uang hasil ngamen tersebut ditabung untuk kebutuhan lebaran nanti.
Saat mereka turun dari angkutan umum, tiba-tiba terdengar kumandang suara adzan tanda waktu berbuka puasa. Ketika bocah ini dengan serta merta berlari ke arah tukang makanan yang berjualan di pinggir jalan. Setelah melepaskan rasa haus dengan segelas air mineral. Neneng, Ardi, dan Sari lantas memesan makanan ditemani tusukan sate jeroan. "Aku biasanya hanya makan tusukan yang digoreng. Harganya lumayan murah, cukup Rp1.000 aja kok," ungkap Neneng.
Itulah potret anjal yang mengadu nasib di kolong jembatan Slipi. Tidak hanya Neneng, Ardi, dan Sari, di tempat itu ada puluhan anjal lainnya mulai yang masih bocah, remaja, hingga para ibu.
Berita Kota sempat merekan saat-saat berbuka puasa para anjal itu. Puluhan anjal terlihat duduk bergerombol menunggu saat-saat berbuka puasa. Mereka mengisi waktu ngabuburit dengan bernyanyi bersama dan bercanda. "Kami biasanya kumpul sekitar pukul 17.00. Setelah mengamen, langsung masuk ke acara buka puasa, " tutur Ardi yang bercita-cita menjadi polisi.
Bocah yang mengaku duduk di bangku kelas lima SD itu mengungkapkan, kendati sempat merasa lelah lantaran seharian mengamen, toh dia senang saat kumpul bersama dengan teman-temannya. Saat disinggung mengenai penghasilannya selama Ramadan, bocah polos ini mengaku bisa dua kali lipat dari hari atau bulan puasa. "Kalau bulan puasa lumayan banyak yang ngasih uang. Kalau hari biasa jarang banget. Saya juga gak tahu jumlahnya, tapi banyak deh," ungkap Neneng yang tinggal di daerah Citayem, Depok.
Ketiga bocah ini mengakui, dengan kian mendekatnya hari lebaran, mereka harus lebih giat lagi mencari uang. Pasalnya, uang yang didapat akan diserahkan kepada orangtua masing-masing untuk membeli kue, baju baru, dan makanan saat hari raya itu.
Neneng, Ardi, dan Sari mengakui, mereka tetap menjalankan ibadah puasa. Selain menjalankan perintah agama, dengan berpuasa mereka bisa menghemat pengeluaran dan uangnya ditabung buat hari raya. Ketiga bocah polos ini mengakui, dalam puasanya mereka berharap ada orang yang mau membantu dengan memberikan uang atau pakaian. "Tahun kemarin ada yang kasih saya baju baru untuk lebaran. Mudah-mudahan nanti ada yang ngasih lagi," tutur Neneng penuh harap. O bersambung |