-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

03 September 2009

OP Migor Tak Mampu Kendalikan Harga

http://www.beritakota.co.id/berita/kota/13896-op-migor-tak-mampu-kendalikan-harga-.html

OP Migor Tak Mampu Kendalikan Harga
Kamis, 03 September 2009 03:16

BK/MOAN SIMANJUNTAK
DISERBU: OP migor di Kantor Walikota Jakarta Barat diserbu.

Harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) kian meroket. Para ibu rumahtangga menjerit lantaran pusing mengatur keuangan. Operasi pasar pun belum mampu menekan harga migor curah.

UNTUK kesekian kalinya operasi pasar minyak goreng (OP migor) digelar di beberapa wilayah di Ibukota. Di Jakarta Pusat misalnya, ratusan ibu rumahtangga harus rela antre untuk mendapatkan migor dengan harga Rp7.000/liter. Meskipun berpuasa kaum hawa itu rela berbaris dalam antrean panjang. Apalagi OP yang digelar di halaman kantor Kelurahan Kebonkelapa, Gambir, juga menjual barang kebutuhan pokok lainnya. Seperti mentega, daging sapi olahan, dan beberapa komoditi lainnya dengan harga murah.

Hanya saja sejumlah ibu rumahtangga menilai OP itu belum lengkap dan belum mampu menekan harga migor di pasaran. "Bu Walikota, jualan barang murah kayak begini harusnya sering digelar. Dagangannya juga seharusnya lengkap, sekarang ini belum ada gula pasir, terigu, dan telor. Jika lengkap, lumayan Bu, bisa membantu ekonomi keluarga," kata Ny Wati (35), warga 05/04 Kelurahan Kebonkelapa kepada Walikota Silvyana Murni.

Menurut ibu tiga anak ini, harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan terus meroket, termasuk harga migor. Begitupula kebutuhan lainnya seperti gula pasir sebelum puasa dijual Rp8.000/kg kini naik Rp9.500/kg, telur ayam Rp16.000/kg naik menjadi Rp20.000/kg, bawang putih Rp8.000/kg naik menjadi Rp12.000/kg. "Masyarakat kecil seperti saya, jadi sulit bernafas bu," ungkapnya.

Sylviana bersama Kasudin Perdagangan dan KUKM Johan Affandi ketika melayani warga mengatakan, permohonan agar OP harus sering digelar tidak mungkin dipenuhi. "Di Jakpus terdapat 44 Kelurahan. Jika setiap kelurahan harus menggelar OP sebulan sekali, kita nggak sanggup," ungkap Sylvi yang tampak kelelahan lantaran keringatnya bercucuran melayani warga.

Sedang Johan Affandi, memaparkan, dalam OP ini pihaknya juga menyediakan, daging sapi olahan dalam kaleng ukuran 200 gram dijual Rp8.000 dan corned ukuran 340 gram di jual Rp12.000/kaleng.

Sementara Sudin KUMKMP Jakarta Timur menggelar OP migor di Kelurahan Bidaracina. Sejak pagi warga sudah antre sebelum OP dibuka. Maklum saat ini migor merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat, khususnya warga kurang mampu dalam menghadapi Lebaran. Sebanyak 5.000 liter migor yang disediakan pun langsung ludes hanya dalam beberapa jam.

Kasudin KUMKMP Jaktim Sri Indrastuti berharap semua warga miskin di Bidaracina bisa mendapatkan migor murah yang dijual Rp7.000/liter. Sementara harga migor di pasaran bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp12.000/liter. "Penjualan migor ini diperuntukkan bagi warga miskin. Diharapkan bisa mengurangi beban hidup," katanya.

OP migor juga digelar di halaman parkir Kantor Walikota Jakarta Barat. Di sana pun sebanyak 5.000 migor yang digelontorkan dan langsung diserbu massa.

Kasudin KUMKMP Jakbar Tati Budiarti didampingi Kasi Perdagangan Dalam Negeri Umar menyebutkan, pihaknya sudah menyebar 2.500 kupon kepada warga miskin. Setiap kepala jeluarga (KK) mendapatkan dua liter migor dengan harga Rp7.000/liter.

Dari 2.500 kupon tersebut, 1.250 kupon disebar kepada warga Kelurahan Kembangan Utara dan sisanya dibagikan kepada pegawai Pemkot Jakbar untuk golongan I dan pesuruh. "OP ini sengaja digelar untuk membantu meringankan beban masyarakat," ujarnya. O amh/lia/oan