-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

29 September 2009

Pendatang Baru Serbu Sektor Informal

http://www.beritakota.co.id/berita/kota/15640-pendatang-baru-serbu-sektor-informal.html

Pendatang Baru Serbu Sektor Informal
Selasa, 29 September 2009 02:19
JAKARTA, BK
Puncak arus balik ke Jakarta sudah berakhir. Denyut kehidupan dan aktivitas warga Ibukota pun kembali normal. Di tengah aktivitas itu, ada beberapa pendatang yang tengah mengadu nasib dengan menggeluti berbagai profesi di sektor informal, seperti menjadi pengayuh becak dan pengojek.

Kunarto, warga Pasar Gaplok, Tanahtinggi, Jakarta Pusat barangkali salah seorang warga yang merasakan dampak dari para pendatang baru. Sebab, saat menumpangi becak penggayuhnya tidak tahu jalan ke rumahnya. "Kalau nggak tahu jalan, bilang! Jangan sok tahu," umpat Kunarto kepada tukang becak yang berpeluh keringat mendayung becak.

Tukang becak tersebut memang kerap bingung, berulang kali salah jalan, dan ragu-ragu setiapkali melintasi persimpangan. "Beginilah jika pendatang baru di Jakarta tanpa keterampilan dan hanya bermodal nekat," keluh Kunarto.

Darmanto (45), pedagang rokok di Pasar Gaplok, membenarkan pascalebaran di wilayanya memang terdapat wajah-wajah baru. "Ada yang jadi tukang becak dan pengojek," ungkapnya.

Atas kenyataan itu, Maryani (34), warga Jl Kramatpulo Dalam meminta Pemprov DKI Jakarta serius terhadap janjinya merazia pendatang baru. Utamanya yang datang ke Ibukota hanya bermodalkan nekat, tanpa dibekali pendidikan, keahlian, tempat tinggal, dan sebagainya.

"Memang tak etis melarang pendatang baru ke Jakarta. Tapi jika tidak ada upaya sungguh-sungguh dari Pemprov DK, jumlah mereka akan terus bertambah," ungkapnya.

Cara yang paling baik untuk mengurangi para pendatang baru itu, kata Maryani, adalah memakmurkan desa. Sebab kedatangan mereka ke Jakarta lantaran desa mereka sudah dianggap tidak memiliki harapan apa-apa.

Sedang Kartati (40), tetangga Maryani justru meminta pemprov tidak melarang pendatang baru. "Pemprot tidak perlu melarang pendatang baru. Sebab, para ibu-ibu juga membutuhkan para  pembantu rumah tangga. Ibu-ibu bisa kesulitan jika tidak ada pembantu," ungkapnya.

Camat Senen Hidayatullah menjelaskan, sejak beberapa hari ini pihaknya rutin menggelar razia, terutama becak. Hasilnya, belasan becak dijaring dan langsung dikandangkan di Gudang Cakung. "Hari ini kita cuma dapat satu becak, kemarin lima, dan sebelumnya lagi tujuh," terangnya seraya menambahkan becak yang berhasil dijaring itu, umumnya di awaki para pendatang baru. O amh