-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

05 December 2008

Buruh Indonesia Diduga Diperkosa sebelum Dibunuh

Buruh Indonesia Diduga Diperkosa sebelum Dibunuh

Jum'at, 26 September 2008 | 11:48 WIB

TEMPO Interaktif, Manama: Penyelidik kasus pembunuhan buruh migran Indonesia di Bahrain menduga pelaku mencoba memerkosa korban sebelum dibunuh. Oleh sebab itu, penyelidik melakukan otopsi ulang untuk memastikan hal tersebut. 

Buruh migran Indonesia bernama Ami Tursiya Takiyat (29 tahun menurut Gulf Daily News atau 24 tahun menurut Bahrain Times) diduga tewas setelah dibunuh saudara laki-laki majikannya Minggu lalu. Menurut sumber yang dilansir Gulf Daily News, Jumat (26/9), para penyelidik menduga korban diperkosa terlebih dulu.

Para penyelidik memerintahkan otopsi ulang untuk melihat kemungkinan tanda-tanda perkosaan atau luka dalam yang bisa menyebabkan kematian korban. Menurut hasil otopsi pertama, pelaku pembunuhan diduga berusaha mencekik sebelum menusuk leher korban.

Penyelidik mengatakan tersangka warga Bahrain berusia 38 tahun merupakan perawat pada badan kesehatan pemerintah Bahrain.

Seorang teman Ami yang merupakan pekerja domestik di dekat rumah Ami bekerja telah bersaksi di depan Jaksa Penuntut Umum bahwa Ami tidak pernah mengeluh diperlakukan tidak baik. Namun, lanjut teman Ami tersebut, Ami merindukan keluarganya dan ingin pulang kampung.

Seorang warga Asia yang diduga sebagai saksi mata saat tersangka membuang mayat Ami di dekat pantai Sitra pada Senin juga tengah dimintai keterangan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Pengacara asal Bahrain yang mewakili Konsulat Indonesia di Bahrain, Ahmed Shawki, mengonfirmasikan bahwa otopsi kedua akan dilakukan. "Para penyelidik tengah mencari motif lain pembunuhan selain karena dipicu oleh kemarahan," ujar Shawki.

Menurut Shawki, penyelidik juga akan menginterogasi keluar korban tersangka dan majikan korban. Kedutaan Indonesia sendiri, lanjut Shawki, masih mencoba menghubungi keluarga Ami. Mereka belum bisa mengontak agen penyalur jasa tenaga kerja Indonesia di Jakarta yang membawa Ami ke Bahrain.

Menurut sumber lain, majikan Ami sempat berusaha menyelamatkan nyawa Ami. Ami diduga sempat dibawa ke rumah keluarga pelaku dekat showroom Toyota di Sitra. Saat itu, Ami diperkirakan masih hidup tapi kehilangan banyak darah dari tenggorokannya.

Majikan Ami berlumur darah ketika ia mencoba mencegah serangan tersangka. Akan tetapi, ia ditarik oleh anggota keluarga lainnya.

Para keluarga menyuruh majikan Ami untuk bungkam mengenai pembunuhan tersebut. Lalu, majikan Ami menelepon agen tenaga kerja Indonesia tempat Ami disalurkan. Majikan Ami mengatakan bahwa Ami telah melarikan diri.

Tersangka pembunuh ditahan 24 jam setelah pembunuhan. Ia ditangkap setelah mencoba membuang mayat Ami.

Majikan Ami saat ini dirawat di Salmaniya Medical Complex karena menderita stress. Ia menjadi histeris setelah mayat Ami ditemukan. 

Ami diperkirakan telah berada di Bahrain tujuh bulan. Menurut sumber medis, Ami tewas karena lehernya digorok dengan pisau dapur. Tetapi Kementrian Dalam Negeri menyatakan bahwa leher Ami ditusuk dengan obeng.
 
Gulf Daily News| Kodrat Setiawan