-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

11 June 2007

Ratusan Warga Sukapura Demo

Pos Kota
11 Juni 2007

JAKARTA (Pos Kota)-Ratusan warga penghuni Kompleks Perumahan Bea Cukai di RW 10, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, berunjuk rasa menolak rencana pengalihfungsian lahan fasilitas umum (fasum) untuk dijadikan perumahan baru oleh pihak pengembang, Minggu (10/6) pagi.

Aksi yang sempat diwarnai ketegangan antara warga dengan sekelompok orang pekerja tersebut, dipicu pemasangan pagar dan patok tanda kepemilikan lahan dari sang pengembang. Sekitar pukul 07:00, puluhan ibu rumah tangga bergerak ke lahan berukuran 3.920 meter persegi, yang sebelumnya digunakan warga sebagai taman dan sarana olahraga. Taman itu telah dipasang patok dan pagar.

Ketika Aminah, (42), hendak mencabut patok bertuliskan, "Lokasi ini akan segera dibangun perumahan Gading Sukapura". Sekelompok orang tak dikenal berupaya mencegahnya. Sempat terjadi aksi rebutan papan di antara mereka, hingga ratusan warga lain datang membantu. Setelah berhasil merebut patok dan mencabut pagar pembatas lahan, warga membakarnya.

Menurut Rahmat Miharja, warga setempat, aksi penolakan dipicu pendudukan lahan taman/fasum kompleks oleh pengembang sejak 2 bulan lalu. Pengembang memperoleh lahan ini dari dua perusahaan pengembang lain pada tahun 1980.

Di lahan ini , pengembang berencana membangun 56 rumah kluster 2 lantai ukuran 60 meter persegi, dengan nama Kompleks Gading Sukapura. Rencana itu ditentang warga. Pasalnya, pada saat jual beli rumah tahun 1980 hingga 1984, pengembang terdahulu mencantumkan lahan itu sebagai fasum. Warga pun mengklaim lahan itu sebagai milik mereka.

Camat Cilincing Suroto ketika dikonfirmasi soal tindakan warganya mengatakan, pihaknya sudah memanggil pengembang untuk menjelaskan soal rencana tersebut . Ternyata berdasarkan dokumen dan advis planning yang mereka miliki, lahan tersebut peruntukannya memang untuk kegiatan komersial, sehingga bisa saja dibangun perumahan. (wandi/faisal)*