-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

31 March 2008

TKI Bojonegoro Meninggal di Qatar: Dinas Tenaga Kerja Akan Minta Hasil Visumnya

Senin, 31 Maret 2008

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bojonegoro, meminta lampiran hasil visum atas meninggalnya Qodi Bin Salikan,38 tahun. Tenaga kerja asal Desa Ngrandu, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro ini, meninggal dunia di Qatar pada 8 Maret lalu.

Permintaan lampiran visum ini, sebagai langkah laporan, soal penyebab kematian TKI yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kebun ini. Tetapi, laporan awal yang diterima pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bojonegoro menyebutkan, Qodi meninggal karena penyakit jantung. "Tetapi, kita tetap minta lembaran hasil visum, untuk laporan kematiannya," tegas Djoko Sartono, Kepala Seksi Penempatan TKI Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bojonegoro pada Tempo, Senin (31/3) siang.

Dalam jadwal disebutkan, jenasah Qodi akan tiba pada Selasa (1/4) sekitar pukul 18.10 di Bandara Juanda, Surabaya. Saat ada penyerahan jenasah dari pihak Jasa Tenaga Kerja dan perwakilan Kedutaan Besar Indonesia di Qatar, pihak Dinas Tenaga Kerja setempat, akan langsung mempertanyakan lembaran visumnya.

Kedatangan jenasah Qodi ini, jadwalnya maju dari yang ditentukan sebelumnya. Jenasahnya sempat tersendat-sendat di Negara minyak ini sekitar 20 hari lamanya. TKI tersebut meninggal pada 8 Maret dan baru tiba di Bojonegoro pada Selasa (1/4) malam. Kabarnya, pengurusan jenasah tersendat karena menunggu proses administrasi.

Terhitung dari Januari hingga Maret 2008 ini, jumlah TKI meninggal dari Bojonegoro baru satu orang. Sedangkan tahun 2007 tercatat sebanyak empat orang. Di kabupaten ini, terdapat di 6 kecamatan kantung-kantungTKI, seperti Kedung Adem, Ngasem, Ngambon, Ngraho, Dander dan sebagian di Kalitidu.

Dalam catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bojonegoro menyebutkan, jumlah TKI yang berangkat ke daerah Timur Tengah dari kabupaten ini, jumlahnya sekitar 300 orang. Jumlah ini kalah dibanding ke tujuan Negara-Negara di Asia Pacifik seperti Hongkong dan Singapura yang jumlahnya mencapai 350 orang. Sedangkan terbesar TKI asal Bojonegoro, ke Malaysia yang mencapai 2000 orang lebih. sujatmiko