Oleh
Ninuk Cucu Suwanti
Jakarta Ratusan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Selasa (18/3) pagi ini, membongkar 1.600 gubuk liar dan menertibkan jalur rel kereta api yang selama ini dijadikan lokasi pasar mulai dari Stasiun Kereta Api (SKA) Duri, Angke hingga Kampung Bandan, Jakarta Utara.
Ninuk Cucu Suwanti
Jakarta Ratusan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Selasa (18/3) pagi ini, membongkar 1.600 gubuk liar dan menertibkan jalur rel kereta api yang selama ini dijadikan lokasi pasar mulai dari Stasiun Kereta Api (SKA) Duri, Angke hingga Kampung Bandan, Jakarta Utara.
Penertiban dimulai pukul 08.30 WIB di sekitar SKA Duri dan dilanjutkan ke SKA Angke dan terakhir di SKA Kampung Bandan, Jakarta Utara. Penghuni bangunan liar tersebut tampak pasrah dan hanya mengumpulkan sisa bahan bangunan gubuk yang masih bisa diselamatkan.
Kepala Daerah Operasi I PT KAI Jakarta, Judarso Widyono yang memimpin penertiban itu mengatakan, sebelum penertiban pihak-nya sudah melayangkan surat peringatan yang dikeluarkan 3 Januari 2008 serta surat peringatan terakhir yang dilayangkan kepada penghuni gubuk liar itu pada 4 Maret 2008.
"Kami sudah minta mereka untuk membongkar sendiri bangunan liar yang dibangun di sepanjang sembilan kilometer mulai dari SKA Duri, Angke hingga SKA Kampung Bandan," katanya.
Menurut Judarso Widyono, penertiban ini dilakukan untuk memberikan ketertiban lingkungan di suasana sekitar rel. "Penertiban bangunan liar di sepanjang jalur kereta api Jakarta, harus segera dilakukan, karena sudah sangat menganggu sistem perawatan jalan rel, sistem persinyalan dan mengganggu bebas pandang masinis," ujarnya.
Terkait dengan pedagang dan bangunan liar, PT KAI tidak memberikan kompensasi apa pun dari penertiban hari ini. "Dalam hal ini, PT KAI, merupakan pihak yang sangat dirugikan dengan keberadaan pedagang dan bangunan liar yang berada di sekitar stasiun. Jadi, tidak ada kompensasi apa pun," tegasnya.
Sejumlah warga penghuni rel kereta api di Pasar Stasiun Duri menyatakan, pihaknya telah berada di lokasi sejak 1972. Jasmah (35) pedagang yang berjualan di Pasar Stasiun Duri menuturkan dirnya telah berdagang sayur-mayur selama 10 tahun di lokasi itu. "Karena penertiban ini, saya terpaksa libur berdagang sayur-mayur dulu daripada diacak-acak petugas," ujarnya.
Jasmah mengatakan jika terpaksa tidak bisa berjualan kembali di areal Stasiun Duri, dirinya terpaksa pulang ke kampung halaman.
Kepala Humas Daerah Operasi I Jabotabek, Akhmad Sujadi menambahkan, seteleh pembongkaran dan penertiban, PT KAI akan membersihkan puing-puing bekas bongkaran, mengangkat sampah, melakukan pengecatan dan menanam 1.500 pohon seperti bugenville, mangga, dan tanaman bunga. "Langkah itu sebagai upaya mendukung penghijauan lingkungan," katanya.
Ditambahkannya, setelah melakukan penertiban di Pasar Stasiun Duri, PT KAI akan melanjutkan penertiban antara Duri-Tanah Abang, Tanah Abang-Manggarai, sekitar stasiun Jakarta Kota-Kampung Bandan-Kemayoran.
"Agar penghuni tidak kembali mendirikan gubuk, kami bekerja sama dengan RT/RW setempat untuk menjaga lingkungan dan menanam pohon, bunga, sehingga dapat menciptakan keindahan lingkungan," katanya. (nor)
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
