Oleh
Sulung Prasetyo
Jakarta Disinyalir hingga beberapa waktu terakhir ini. Lebih dari separuh penduduk Indonesia masih mengalami berbagai masalah kekurangan gizi mikro atau yang sering disebut sebagai "kelaparan tersembunyi".
Kelaparan ternyata tak hanya terlihat secara kasat mata saja. Namun kadang lapar yang tak terlihat dari bentuk badan, juga merugikan dalam aspek isi dalam tubuh. Seperti tubuh yang terlihat baik-baik saja, namun sebenarnya kurang vitamin dan mineral.
Sulung Prasetyo
Jakarta Disinyalir hingga beberapa waktu terakhir ini. Lebih dari separuh penduduk Indonesia masih mengalami berbagai masalah kekurangan gizi mikro atau yang sering disebut sebagai "kelaparan tersembunyi".
Kelaparan ternyata tak hanya terlihat secara kasat mata saja. Namun kadang lapar yang tak terlihat dari bentuk badan, juga merugikan dalam aspek isi dalam tubuh. Seperti tubuh yang terlihat baik-baik saja, namun sebenarnya kurang vitamin dan mineral.
"Saat ini 50 persen penduduk Indonesia masih mengalami berbagai bentuk kelaparan tersembunyi, yakni kekurangan vitamin dan mineral," ucap Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Supari di Jakarta, dalam laporan yang dipublikasikan Antara, belum lama ini.
Padahal, menurut dia, walaupun kuantitas kebutuhannya relatif sedikit namun zat gizi mikro sangat penting peranannya dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Ia kamudian menambahkan bahwa kekurangan zat gizi mikro, dapat menimbulkan berbagai akibat serius bagi kesehatan tubuh serta pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Seperti contohnya, anemia akibat kekurangan zat besi dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang otak pada anak usia 6-24 bulan, menimbulkan gangguan produktifitas pada orang dewasa dan meningkatkan resiko kematian atau melahirkan dengan berat badan bayi rendah pada ibu hamil". Dan ibu hamil yang kekurangan yodium, kata dia, beresiko melahirkan bayi dengan kelainan mental dan fisik.
Guna menghadapi masalah ini, Departemen Kesehatan sendiri, menurut Menkes, telah melakukan berbagai langkah strategis dengan menggunakan pendekatan pemenuhan pangan pokok atau "Food Based Approach" untuk mengatasi masalah tersebut.
"Dalam jangka pendek, penanggulangan kelaparan tersembunyi ini dilakukan dengan pemberian suplementasi zat gizi mikro baik berupa tablet zat besi, kapsul vitamin A maupun kapsul yodium sedangkan untuk jangka panjang akan dilakukan dengan pendekatan gizi seimbang," ujar ia.
Fortifikasi
Upaya penanggulangan masalah zat gizi mikro, kata Direktur Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan dr Rachmi Untoro, juga dilakukan melalui fortifikasi (pengayaan), penganekaragaman bahan pangan dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan gizi.
Menurut dia selama ini intervensi gizi melalui fortifikasi, suplementasi dan pendidikan gizi terbukti efektif dan efisien untuk menanggulangi berbagai masalah gizi mikro.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa saat ini fortifikasi zat gizi mikro telah dilakukan pada beberapa produk pangan termasuk terigu (untuk zat besi, asam folat, seng, vitamin B1 dan B2), garam (untuk yodium) dan minyak goreng (untuk vitamin A).
Sementara itu terkait dengan upaya penganekaragaman bahan pangan, Rachmi menjelaskan, bahwa pihaknya telah mengampanyekan penggunaan bahan pangan lokal kepada masyarakat melalui kader-kader PKK dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Anggaran
Menanggapi hal ini, Direktur Program Pangan Dunia (World Food Programme) Indonesia Mohammed Saleheen, menjelaskan masalah-masalah akibat kekurangan zat gizi mikro menyebabkan negara harus mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit. "Menurut perkiraan Indonesia sendiri menghabiskan sekitar 750 juta dolar AS per tahun karena masalah itu," ucapnya, pada kesempatan berbeda.
Untuk itu, kata dia, WFP bekerja sama dengan pemerintah berupaya memerangi masalah tersebut dengan melakukan program rehabilitasi gizi di sejumlah daerah seperti Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, NTT, NTB dan Aceh. "Melalui program itu WFP menyediakan bantuan berupa biskuit dan mi yang telah diperkaya dengan vitamin dan mineral untuk 80 ribu ibu hamil dan menyusui, 280 ribu balita dan lebih dari 500 ribu siswa sekolah dasar" tambahnya. n
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
