-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

16 April 2008

Gizi Buruk, Hernia, dan Penyakit Paru Dibiarkan Gerogoti Rizki

Jumat, 28 Maret 2008 | 11:33 WIB
 
Purwakarta, Kompas - Akibat keterbatasan ekonomi keluarga, penyakit yang diderita Rizki Ahmad Ramdani hingga kini belum terobati. Bayi berusia enam bulan, warga Desa Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, itu menderita gizi buruk dengan sejumlah penyakit.
 
Siti Sarah (20), ibu Rizki, Kamis (27/3), mengatakan, berat badan putra pertamanya itu kini hanya 3,2 kilogram. Idealnya, bayi seusianya memiliki berat sekitar 7 kilogram. Oleh beberapa dokter dan bidan yang pernah memeriksa, Rizki dideteksi menderita penyakit hernia dan paru.
 
"Penyakitnya sudah diketahui sejak usia dua bulan. Dokter juga telah menyarankan supaya Rizki segera dibawa ke rumah sakit untuk diobati, tetapi tidak ada biaya untuk itu," ujarnya.
Sarah menambahkan, beberapa dokter menyarankan operasi. Namun, seluruh anggota keluarga merasa keberatan dengan besar biaya yang akan ditanggung. "Meski ada kartu Askeskin, beberapa dokter dan bidan tetap meminta bayaran. Kami takut tak mampu bayar jika Rizki dioperasi," ujarnya.
 
Rizki memiliki panjang badan sekitar 40 sentimeter. Pipi dan dagunya terlihat kecil. Pipi agak kempot serta tulang pipi dan rusuknya menonjol tanpa balutan otot. Tangan dan kakinya juga kecil dan gerakannya terbatas. Adapun bola mata agak melotot seperti kebanyakan penderita gizi buruk.
 
Kondisi kesehatan Rizki semakin parah karena langit-langit mulutnya terlalu tinggi untuk menyedot air susu ibu. Untuk minum susu, Sarah terpaksa menyuapinya dengan sendok makan. Sudah empat bulan gejala penyakit Rizki sebenarnya sudah diketahui sejak empat bulan lalu. Ketika itu Rudi Arrasyid (24), ayah Rizki, beserta Sarah membawanya ke bidan desa. Rizki diketahui menderita hernia serta dugaan penyakit paru dengan gejala pilek dan batuk yang berlarut.
 
Akan tetapi, penghasilan Rudi sebagai pedagang asongan di Pasar Rebo, Purwakarta, tak cukup untuk mengobati anaknya. Ketika dagangannya laris, Rudi rata-rata hanya membawa pulang Rp 20.000-Rp 30.000 per hari. Di luar penghasilan Rudi, tak ada lagi sumber pendapatan keluarga.
 
Pasangan Rudi-Sarah kini tinggal di rumah berukuran 5 meter x 10 meter bersama Ny Ipah (45), ibu Sarah, dan Ny Een (67), nenek Sarah. Kini keduanya khawatir kondisi Rizki akan semakin buruk karena terbatasnya asupan gizi dan sejumlah penyakit yang diderita.
Dibandingkan dengan Karawang, kasus gizi buruk di Purwakarta relatif tak menonjol. Selain jumlah kasus yang lebih kecil, kesadaran warga untuk melaporkannya ke petugas kesehatan dinilai masih rendah. Sebagian warga bahkan masih menganggapnya sebagai hal biasa. (MKN)
 
 


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.