-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

16 April 2008

Penyuluhan Gizi Buruk Kurang

Kesehatan
Selasa, 15 April 2008 | 16:19 WIB
 
Wates, Kompas - Penanganan kasus gizi buruk di Kulon Progo baru sebatas pemberian makanan tambahan. Upaya penyuluhan dan pendampingan terhadap keluarga miskin belum optimal karena keterbatasan tenaga dan kendala jangkauan layanan kesehatan akibat faktor geografis wilayah.
 
Kepala Puskesmas Panjatan, Kulon Progo, Agus Wijanarko, mengakui masih mengandalkan program pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai solusi pemulihan kondisi balita gizi buruk. Meski dirasa efektif, program ini tidak menjamin jumlah temuan kasus gizi buruk akan turun.
 
"Tahun ini memang kelihatannya lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai belasan. Hingga Maret kemarin baru ditemukan lima balita gizi buruk dan dua di antaranya sudah dinyatakan sehat setelah diberi makanan tambahan," ujarnya, Senin (14/4).
Berdasarkan data tahunan Dinas Kesehatan DIY, pergerakan angka kasus balita gizi buruk di Kulon Progo relatif stagnan. Pada tahun 2003 ditemukan sekitar 210 anak, yang kemudian turun menjadi 194 anak pada tahun berikutnya, lalu naik lagi hingga mencapai 260 anak pada tahun 2006.
 
Namun, angka penderita gizi buruk di Kota Yogyakarta menurun dalam dua tahun terakhir, dari sebelumnya 242 kasus pada tahun 2006 menjadi 214 pada tahun 2007. Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Choirul Anwar, Senin, mengemukakan, berbagai penanganan telah dilakukan kepada para penderita, antara lain pemberian makanan tambahan dan pengobatan. (YOP/WER)
 
 
 
 


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.