-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

02 December 2008

Bayi Penderita Gizi Buruk Meninggal

Senin, 01 Desember 2008 19:10 WIB
Bayi Penderita Gizi Buruk Meninggal
Penulis : Lina Herlina
 
MAKASSAR--MI: Bayi penderita gizi buruk, Nurul Hidayat, 1, meningggal dunia di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/12).

Anak bungsu dari lima bersaudara yang memiliki berat badan 5,56 kilogram itu meninggal sekitar pukul 11.00 Wita di Rumah Sakit (RS) Labuang Baji, Makassar, setelah dirawat empat hari.

Putra pasangan Budding Dg Nappa, 56 dan Nurmah Dg Nginga, 38, tersebut menurut bibinya, Daeng Siang, sebelum dilarikan ke rumah sakit Nurul sempat dibawa ke Puskesmas Tamangapa karena mengalami diare dan demam tinggi. "Tapi kemudian dirujuk ke RS Labuang Baji," katanya.

Di RS Labuang Baji, ujar Siang, Nurul tidak langsung dirawat, pihak rumah sakit meminta keluarga menyelesaikan masalah administrasi terlebih dahulu dan membayar Rp80 ribu.

"Tapi, supaya bisa cepat dirawat saya bilang saja rawat umum, karena kartu tanda panduduk (KTP) ayahnya tidak kebawa jadi tidak bisa dirawat di ruang rawat Askes," jelasnya. Tetapi setelah dirawat empat hari, bayi itu meninggal.

Kedua orang tua Nurul memang miskin. Warga yang tinggal di Jalan Tamangapa Raya No 116 RW III RT C, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Makassar, itu hanya bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan Rp60 ribu setiap empat hari.

Setelah meninggalpun jenasah Nurul tidak dipulangkan dengan menggunakan ambulan, karena orang tuanya tidak memiliki biaya Rp200 ribu untuk membayar sewanya. Akhirnya jenasah Nurul dibawa pulang oleh kedua orang tuanya dengan menumpang angkutan umum pete-pete) dan berpura-pura seakan Nurul bayi yg baru lahir, karena khawatir penumpang lain ketakutan.

"Mayatnya saya bedong, lalu saya berhentikan pete-pete sperti penumpang biasa yg baru pulang dari rumah sakit habis melahirkan. Karena kalau tidak begitu tidak aka nada sopir yang mau mengangkut saya. Tidak ada sopir yang mau mengangkut mayat dalam angkutan umum," ujar Nurmah, ibu Nurul, sambil terisak saat ditemui di rumahnya yang berukuran 7 x 8 meter dan sangat pngap tersebut.

Untuk meyakinkan para penumpang lain dan sopir pete-pete dalam perjalanan Nurmah sesekali 'mengajak bicara' bayinya. "Jangan nangis ya nak," katanya menirukan ucapannya kepada jenazah bayinya dalam angkutan umum.

Jenasah Nurul dimakamkan di Pemakaman Islam Biring Romang, Senin sore setelah disemayamkan dirumahnya sebentar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Makassar Naisyah Azikin dan Wakil Direktur RS Labuang Baji Sri Fausya membantah Nurul menderita gizi buruk. Menurut mereka, berat badan Nurul turun drastis hingga 5,5 kg karena diare.(LN/OL-01)