SUARA PEMBARUAN DAILY Menggali Potensi Selain Keringat TKI Kehadiran kilang minyak Pertamina di Balongan, Indramayu, justru dianggap mematikan potensi perikanan yang menjadi gantungan hidup nelayan setempat, akibat pencemaran limbah. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Strategis Kebijakan Publik Indramayu A Tirto kepada SP baru-baru ini. Dia mengakui, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Indramayu memang naik. "Tetapi pertumbuhan ekonomi itu karena adanya kelompok-kelompok buruh migran. Dinas Tenaga Kerja Indramayu pernah melansir jumlah TKI dari Indramayu mencapai sekitar 80.000 orang tiap tahun," katanya. Fakta yang ada, lanjut Tirto, beberapa tahun belakangan ini, pendapatan asli daerah dari pertanian dan nelayan menurun. Banyak petani beralih profesi karena hasil taninya tidak mencukupi. Belum lagi hasil dari perikanan. Perairan Indramayu sudah hampir lima tahun belakangan ini nyaris sepi ikan. Banyak nelayan juga beralih profesi menjadi buruh, dan sebagian memilih tidak melaut, menjadi pengangguran. Bupati Indramayu Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin dalam paparannya di Rencana Program Jangka Menengah Daerah Pemkab Indramayu 2006-2010 mengakui, sebenarnya wilayahnya memiliki potensi alam strategis. Di samping memiliki areal yang luas, jenis tanahnya yang subur, serta mengandung gas dan minyak. Luas wilayah Indramayu tercatat seluas 204.011 hektare (ha), terdiri dari 115.029 ha lahan sawah (56,3 persen) dan 88.982 ha (43,6 persen) lahan kering. "Apalagi secara geografis, Indramayu sangat strategis karena berada pada jalur Pantura yang merupakan jalur utama perekonomian nasional. Juga berbatasan langsung dengan Laut Jawa dengan panjang pantai 114 kilometer," tuturnya. Beberapa industri yang tengah dikembangkan, seperti kawasan industri terbatas Balongan, serta zona industri Losarang, Kandanghaur, dan Sukra. Terutama dalam rangka mengembangkan industri hilir migas dan manufaktur serta pusat pembangkit tenaga listrik dari batu bara. Beberapa potensi yang sudah berkembang, seperti industri pengolahan ikan dan industri kerajinan. * Last modified: 10/9/08 |
09 December 2008
Menggali Potensi Selain Keringat TKI
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Tuesday, December 09, 2008
Label: Buruh migran
