Senin, 24 2008 19:59 WIB TKW Asal Indramayu Disiksa dan Dihamili Ayah Majikan CIREBON--MI: Seorang tenaga kerja wanita (TKW) Istikomah, 30, warga RT 03/08 Blok Lunggadung, Desa Cikedung Lor, Cikedung, mengaku mengalami siksaan fisik bahkan mengandung tujuh bulan akibat dihamili ayah majikannya saat bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Istikomah berangkat sebagai TKW melalui jasa perantara PT Rahmat Jasa Safira sekitar dua tahun lalu, kemudian ditempatkan pada keluarga Khalid dan Fatma di Abu Dhabi. "Saya seperti kerja paksa karena bekerja mengurusi empat anak pasangan Khalid dan Fatma dari pagi sampai malam, bahkan setiap Jumat, dirinya pun dipaksa untuk mengurusi tiga rumah kerabat mereka," katanya. Menurut dia, majikannya tidak hanya pelit soal makanan, tetapi kalau salah sedikit dirinya langsung mendapat pukulan dan tendangan, akibatnya kaki sering bengkak-bengkak. "Tidak ada istilah istirahat, padahal saya sudah sulit jalan akibat kaki bengkak tidak pernah diobati," katanya. Anehnya, terkadang gaji yang sudah didapat akhirnya diambil kembali oleh majikan tanpa alasan yang jelas. Ketika menceritakan perkosaan, Istikomah sempat sesegukan menahan tangis. Menurut dia, perkosaan terjadi saat seluruh keluarga majikannya tengah pergi, dan tiba-tiba datang ayah kandung Khalid yang tak berapa lama memberikannya minuman khas Arab bernama ashir. "Saya diminta untuk meminum itu. Saya tidak curiga apapun karena yang memberikan minuman itu adalah ayah majikan saya, tetapi rupanya dicampur obat tidur sehingga saya tidak sadar lagi," katanya. Saat tak sadarkan diri itulah, ayah Khalid melakukan pemerkosaan terhadap dirinya. Dia kemudian diusir untuk kembali ke Indonesia. "Saya ingin meminta bantuan hukum untuk menagih upah yang sering dirampas, dan tanggung jawab untuk kehidupan anak yang dikandungnya," katanya yang masih bingung harus melapor kemana. (Ant/OL-03) |
02 December 2008
TKW Asal Indramayu Disiksa dan Dihamili Ayah Majikan
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Tuesday, December 02, 2008
Label: Buruh migran
