Jakarta – Sebagai tindak lanjut DIPA tahun 2009, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) mendapatkan alokasi pagu definitif sebesar Rp 2,828 triliun dan tambahan APBN-Perubahan 2009 sebesar Rp 369 miliar. Dengan jumlah total Rp 3,227 triliun, anggaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja Depnakertrans secara keseluruhan, termasuk upaya pencapaian target penempatan tenaga kerja tahun 2009 sebanyak 2,6 juta orang.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno, dalam jumpa pers awal tahun 2009, di Ruang Rapat Menakertrans, Selasa (6/1), menjelaskan alokasi anggaran Depnakertrans sebesar 3,227 triliun akan dipergunakan untuk melanjutkan program departemen tahun sebelumnya di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.
Depnakertrans pada tahun 2009 mendapatkan alokasi pagu indikatif sebesar Rp 2,828 triliun dengan rincian Sekjen Rp 246,730 miliar, Itjen Rp 37,454 miliar, Ditjen Binalattas Rp 635,193 miliar, Ditjen Binapenta Rp 462,035 miliar, Ditjen PHI & Jamsos Rp 85,233 miliar, Ditjen Binwasnaker Rp 91,900 miliar, Ditjen P4Trans Rp 696,697 miliar, Ditjen P2MKT Rp 535,938 miliar, dan Balitfo Rp 36,927 miliar.
Erman mengatakan, khusus APBN-P 2009 sebesar 369 miliar terbagi atas Ditjen Binalattas sebesar 109 miliar yang dipergunakan sebagai biaya pelatihan 40.000 orang, Ditjen Binapenta sebesar 230 miliar untuk pelaksanaan Padat Karya Produktif dan bursa kerja online.
Terkait target penempatan tenaga kerja tahun 2009, katanya, sebanyak 2,6 juta orang terdiri dari dua juta orang penempatan dalam negeri dan 600 ribu orang penempatan luar negeri (TKI).Ia menyebutkan, tahun 2008, dari target penempatan sebanyak 2,5 juta, berhasil dicapai jumlah penempatan tenaga kerja sebanyak 2,2 juta orang.
Selain itu, kata Erman, salah satu program yang akan menjadi bagian penyerapan tenaga kerja antara lain program perumahan pekerja (P5KP) yang berasal dari dana dividen dari BUMN Jamsostek yang dialihkan, pada tahun 2007 sempat direalisasikan sebanyak Rp 430 miliar. Tahun ini, pihaknya menargetkan bisa membangun hingga 50.000 sampai 100.000 rumah. (ellen piri)
Link: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/07/eko03.html
