-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

31 July 2009

Warung Digaruk Beko Tukang Kopi Pingsan

http://www.beritakota.co.id/berita/berita-utama/11216-warung-digaruk-beko-tukang-kopi-pingsan.html


Warung Digaruk Beko Tukang Kopi Pingsan
Jum'at, 31 Juli 2009 00:09
JAKARTA, BK
Aparat Satpol PP Jakarta Pusat mengobrak-abrik ratusan bangunan liar di atas anak Kali Sentiong di Jl Baladewa, Tanahtinggi, Joharbaru, Kamis (30/7). Seorang ibu rumahtangga pingsan ketika menyaksikan huniannya rata dengan tanah setelah digaruk beko.

"Istri saya tidak terima warung kopi sandaran hidup kami dibongkar. Mau makan apa keluarga nanti," ucap Mahsani seraya memapah istrinya yang pingsan lantaran tidak kuasa menyaksikan tempat mencari nafkahnya rata dengan tanah.

Mahsani mengaku, beberapa jam sebelum penertiban, istrinya berulangkali mengatakan bahwa ia akan melakukan perlawanan dan tetap bertahan jika warungnya dibongkar. Soalnya dengan warung itulah dia membesarkan anak dan cucunya. Ketika itu tetangga memintanya bersabar. Rupaya, nasihat itu tak membuatnya puas sampai akhirnya jatuh pingsan saat beko menggaruk warung itu.

Sedangkan warga lain tampak pasrah saat satu per satu hunian mereka diratakan dengan beko. Mereka hanya bisa mengumpulkan barang yang masih bisa digunakan.

Kasatpol PP Jakpus Idris Priatna menuturkan, sedikitnya 120 bangunan semipermanen yang terdiri atas toko, warung, garasi, dan sebagainya, yang bercokol di atas bantaran anak Kali Sentiong ditertibkan petugas. Sebelumnya, pihaknya sudah meminta warga membongkar sendiri, namun hingga batas waktu yang ditentukan tidak digubris. "Akhirnya kami menerjunkan 450 petugas Satpol PP gabungan untuk meratakan 120 bangunan," katanya.

Semula, kata Idris, warga memang menyatakan akan bertahan sehingga petugas berpakaian antihuru-hara dikerahkan untuk mengantisipasi perlawanan. Setelah suasana pembongkaran kondusif, pakaian tersebut disimpan di dalam mobil. Petugas turun dengan pakaian lapangan biasa.

Melihat kemunculan petugas dengan mengerahkan dua unit alat berat, warga justru meminta waktu untuk merapikan barang-barang.. Setelah batas waktu yang diberikan sudah habis dan warga membutuhkan lama membenahi perabotannya, akhirnya petugas membantu.

Idris juga membenarkan Ny Mahsani pingsan saat beko meluluhlantakkan warungnya. Walau demikian, secara keseluruhan penertiban berjalan tertib. "Berjalan lancar, nggak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," ungkapnya.

Namun diakui, pihaknya kesulitan membongkar cor beton di atas anak kali sehingga harus melibatkan instansi terkait melakukannya. "Harapan kita, warga membongkar sendiri cor-coran itu," katanya.

Camat Joharbaru Marsigit mengatakan, pembongkaran berjalan lancar karena sebelumnya sudah disosialisasikan melalui tatap muka dengan warga. O amh