-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

11 August 2009

Raskin Lancar

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/11/0254516/raskin.lancar.....

Raskin Lancar
Jatah Januari-Juli Distribusikan 91,30 Persen

Selasa, 11 Agustus 2009 | 02:54 WIB

Bandar Lampung, Kompas - Perum Bulog Divisi Regional Lampung memastikan, distribusi beras untuk keluarga miskin atau raskin periode Januari-Juli 2009 sudah tersalurkan sebesar 91,30 persen. Perum Bulog meminta pemerintah kabupaten/kota untuk membantu warga penerima.

Kepala Humas Perum Bulog Lampung Edi Hanif, Minggu (9/8), mengatakan, pada 2009 Perum Bulog Lampung bertugas mendistribusikan raskin sebanyak 136.393,380 ton beras untuk 757.741 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) di Lampung. Penyaluran dilakukan secara bertahap, Januari-Juli dan Agustus-Desember.

Untuk periode Januari-Juli 2009, raskin yang direncanakan disalurkan sebanyak 79.562,805 ton. Sampai dengan 31 Juli 2009, raskin yang tersalurkan sebanyak 72.640,095 ton.

"Artinya, untuk penyaluran periode Januari-Juli 2009, raskin yang tersalurkan dan diterima RTSPM sebesar 91,30 persen dari target," ujar Edi.

Terhadap realisasi penyaluran tersebut, Perum Bulog Lampung sudah melakukan evaluasi dan monitoring. Monitoring dan evaluasi dilakukan di tujuh kabupaten/kota di Lampung, yakni di Lampung Selatan, Metro, Lampung Timur, Lampung Utara, Way Kanan, Bandar Lampung, dan Tanggamus. Selain berdialog dengan pemkab/kota, tim juga mengunjungi beberapa desa di tujuh kabupaten/kota tersebut.

Sesuai daftar

Edi mengatakan, berdasarkan monitoring dan evaluasi di tujuh kabupaten/kota tersebut diketahui secara umum pendistribusian raskin yang diterima RTSPM sesuai dengan daftar total penerima di setiap kabupaten/ kota. Jumlah beras yang didistribusikan sebanyak 15 kilogram per RTSPM, dengan harga tebus Rp 1.600 per kilogram di titik distribusi.

Menurut Edi, masalah muncul pada penebusan oleh RTSPM. Antara titik distribusi dan titik penerima terkadang berjarak cukup jauh sehingga penerima terbebani untuk membayar biaya angkut dari titik distribusi ke titik penerima.

"Ini yang membuat pendistribusian tidak maksimal," ujar Edi.

Perum Bulog Lampung mengharapkan setiap pemkab/kota mau mengalokasikan dana APBD masing-masing kabupaten/kota untuk menanggulangi biaya dari titik distribusi ke penerima manfaat. Dengan demikian, masyarakat penerima tidak terbebani oleh biaya lain-lain.

Selain faktor tersebut, faktor yang juga menghambat pendistribusian adalah berlangsungnya panen raya pada bulan April-Mei. Saat panen raya, penebusan raskin oleh penerima tercatat agak terlambat.

Edi lebih lanjut mengatakan, pengalokasian dana APBD kabupaten/kota untuk membantu biaya distribusi dari titik distribusi ke titik penerima tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2009 tentang Pelaksanaan Program Bantuan Beras untuk Rumah Tangga Sasaran dalam rangka penanggulangan masalah kemiskinan. (hln)