http://www.surya.co.id/2009/09/03/gizi-buruk-masih-momok.htmlGizi Buruk Masih MomokKamis, 3 September 2009 | 9:06 WIB | Posts by: jps | Kategori: Malang Raya | KEPANJEN-SURYA-Hajar Balita Orangtua Mampu. Hingga September ini, tercatat sebanyak 37 kasus balita gizi buruk ada Kabupaten Malang. Sebanyak 11 di antaranya meninggal dunia. Angka gizi buruk ini dinilai wajar, karena tidak satupun di daerah yang tidak memiliki kasus balita gizi buruk. Lebih lanjut dikatakan, dari 37 bali tersebut, balita dengan gejala klinis seperti bera badan di bawah normal sebanyak 10 balita, dan 27 balita mengalami gejala nonklinis. Gejala klinis ini biasanya disertai dengan penyakit penyerta seperti bronchitis, TBC paru-paru, dan kelainan pencernaan. "Adanya kasus balita gizi buruk karena berbagai hal. Sebab kondisi itu tidak hanya menimpa warga miskin namun juga kelompok menengah," kata Riyanto. Lanjutnya, memberi makanan pada balita adalah kegiatan yang gampang-gampang susah. Terkadang, meski orangtuanya mampu, karena sang anak kurang suka makan mengakibatkan si anak jadi kekurangan asupan gizi. "Penyuluhan merupakan langkah screening agar balita itu tidak jatuh sebagai balita gizi buruk," papar Riyanto. Menurutnya, angka 37 kasus itu merupakan terkecil di Jatim. "Angka ini wajar. Tidak ada satupun daerah yang tidak punya kasus gizi buruk. Kalau tidak ada kasusnya, malah perlu dipertanyakan kevalidannya di lapangan," tandasnya. Sementara untuk gejala Marasmus, balita kurus dan menderita infeksi. Biasanya merupakan pembawaan lahir dan bisa juga karena kesehatan lingkungan. Balita yang diserang mulai usia 0-2 tahun dengan bobot kurang 60 persen dari bobot normal. Ditambahkan Riyanto, balita dengan gejala-gejala tersebut mendapat bantuan dari dinkes baik dari pengobatan hingga asupan, seperti susu.vie Balita Gizi Buruk Meninggal: |
03 September 2009
Gizi Buruk Masih Momok
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Thursday, September 03, 2009
