-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

03 September 2009

Pedagang Pertokoan Gloria Ngadu ke Walikota

http://www.beritakota.co.id/berita/kota/13892-pedagang-pertokoan-gloria-ngadu-ke-walikota.html

Pedagang Pertokoan Gloria Ngadu ke Walikota
Kamis, 03 September 2009 03:10
JAKARTA, BK
Nasib pedagang Pertokoan Gloria, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat kian tak menentu pascakebakaran hebat yang melumat seluruh isi toko milik mereka. Apalagi hingga kini pengelola pertokoan tidak memberikan kepastian kepada pedagang.

Guna menentukan nasib, sejumlah perwakilan pedagang mendatangi Kantor Walikota Jakarta Barat guna meminta dukungan Walikota Djoko Ramadhan, Rabu (2/9).

"Sebenarnya para pedagang sudah bertemu dengan manager Pertokoan Gloria bernama Anton. Namun setelah kami desak untuk meminta kejelasan soal pembangunan pertokoan tersebut, dia tidak menjawab. Sehingga kami terpaksa menemui Walikota untuk meminta bantuan dan memberi saran seputar masalah yang tenah kami hadapi," ujar koordinator pedagang, Husen Buntara.

Husen menuturkan, akibat musibah kebakaran sedikitnya 300 pedagang ditampung sementara di Pasar Glodok. Namun berdasarkan kesepakatan awal antara pemilik kios dengan pengelola Pertokoan Gloria, bila terjadi bencana seperti kebakaran, gempa, dan lainnya, pengelola akan kembali membangun pertokoan tersebut. Dengan dasar inilah pedagang menuntut pihak pengelola.

"Harta kami sudah habis. Selain itu juga harus menanggung utang kredit bank, supplyer, dan karyawan tak mungkin kami pecat karena sudah mendekati Lebaran. Sementara nasib pedagang semakin tidak menentu," ungkap Husen.

Menyikapi keluhan pedagang, Djoko Ramadhan berjanji akan membantu mereka supaya bisa kembali ke lokasi semula. Apalagi usaha para pedagang sudah hancur setelah api meluluhlantakkan pertokoan itu. Akibat kebakaran hebat yang terjadi selama lima jam membuat kondisi gedung rawan roboh.

Untuk memastikan apakah gedung pertokoan tersebut masih layak digunakan atau tidak, Djoko mengusulkan agar para pedagang dan pengelola bekerja sama mencari jalan tengah dengan melibatkan konsultan struktur bangunan untuk mengkaji apakah gedung masih layak digunakan.

"Yang jelas pascakebakaran kita belum mengetahui bagaimana kondisi bangunan tersebut. Untuk itu saya minta para pedagang tidak memaksakan keinginan kembali berjualan di lokasi semula. Risikonya cukup besar lantaran gedung rawan roboh. Untuk sementara sebaiknya berdagang di Pasar Glodok," imbuh Djoko. O oan