| http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/02/15294565/PKL.Kecewa.terhadap.Satpol.PP Penertiban PKL Kecewa terhadap Satpol PP Rabu, 2 September 2009 | 15:29 WIB Bandung, Kompas - Sekitar 20 pedagang kaki lima dari Paguyuban Pedagang Mandiri Kecamatan Cicendo berunjuk rasa di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa (1/9). Mereka menilai keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selalu meresahkan PKL. Pengunjuk rasa tiba di Gedung DPRD Kota Bandung pukul 10.00. Mereka berorasi dan menggelar poster berisi protes atas sikap Satpol PP. Keberadaan Satpol PP dinilai hanya meresahkan PKL, termasuk melakukan pungutan liar. Selang 30 menit kemudian, pengunjuk rasa ditemui sembilan anggota DPRD Kota Bandung, termasuk Ketua Sementara DPRD Kota Bandung Tomtom Dabbul Qomar. Solihin, PKL, mengatakan, Satpol PP telah memerdayai dan mematikan usaha PKL. Padahal, untuk mendapatkan keuntungan Rp 50.000 per hari saja sulit, apalagi jika diminta uang untuk menebus gerobak yang disita. PKL lain, Rahmat Hidayat, mengungkapkan, ada banyak anggota Satpol PP yang sering meminta rokok, makan, dan minuman. "Hampir setiap hari ada pungutan liar, tetapi pelakunya ganti-ganti," ujarnya. Apriyanto, rekan Rahmat, menambahkan, Satpol PP semestinya lebih manusiawi dalam menghadapi PKL. PKL juga perlu mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Tomtom Dabbul Qomar berjanji menindaklanjuti aspirasi pengunjuk rasa. "Kami segera memanggil Satpol PP agar menjelaskan permasalahan yang dikeluhkan pengunjuk rasa. Tapi, bukan berati Satpol PP harus dibubarkan. Cukup oknumnya yang harus ditindak," ujarnya. Secara terpisah, Kepala Satpol PP Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan, bila ada pungutan liar, itu adalah ulah oknum. Namun, belum tentu oknum tersebut memang ada. Alasannya, dalam setiap upaya penertiban oleh Satpol PP selalu ada obyek penertiban yang mengatakan ada oknum. Ini sekadar sebagai ungkapan rasa ketidakpuasan. "Pelanggar peraturan daerah juga bisa dikategorikan oknum. Tapi, jika benar ada oknum, catat namanya. Berikan kepada kami data yang kuat. Kami akan menindaknya," kata Ferdi. (MHF) |
02 September 2009
PKL Kecewa terhadap Satpol PP
Diunggah oleh
The Institute for Ecosoc Rights
di
Wednesday, September 02, 2009
