-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

21 October 2009

Stok Beras Bulog Sumut 47.626 Ton

http://beritasore.com/2009/10/21/stok-beras-bulog-sumut-47-626-ton/

Stok Beras Bulog Sumut 47.626 Ton

Rab, Okt 21, 2009

Ekonomi

MEDAN (Berita): Sampai posisi Senin 19 Oktober 2009, stok beras di gudang Perum Bulog Divre Sumut sebanyak 47.626 ton, cukup untuk tiga bula alokasi yang berarti senantiasa aman, termasuk menjelang natal dan tahun baru."Beras di gudang Bulog posisinya silih berganti, namun dipastikan jumlahnya cukup sampai tiga bulan ke depan," kata Rusli, SE, Humas  Perum Bulog Divre Sumut kepada Berita di kantornya Rabu [21/10].


Ia mengatakan semua beras Bulog didatangkan dari Pulau Jawa.  Sebab sejak tahun 2005 hingga sekarang, Bulog Sumut tidak pernah membeli gabah atau beras petani Sumut karena harganya di  pasaran jauh lebih mahal dibanding harga penetapan pemerintah (HPP) yang dikelola Bulog.


HPP untuk gabah kering panen (GKP) Rp2.400 per kg, gabah kering giling (GKG) Rp3.000 per kg dan beras Rp4.600 pe kg (setara beras medium IR 64). "Sedangkan harga di pasaran jauh melebihi harga HPP sehingga tidak ada pengadaan komoditi tersebut ke Bulog," katanya.


Ia menyebut stok beras Bulog untuk memenuhi program-program pemerintah antara lain untuk Raskin, cadangan beras pemerintah (CPB), Depsos, TNI/Polri (bagian perbekalan) dan Lembaga Pemasyarakatan (LP).


Menurut dia, Bulog tidak menjual berasnya ke masyarakat. Namun kalau harga beras di pasaran melonjak maka Bulog akan melakukan operasi pasar. Menjelang puasa Ramadhan dan lebaran kemarin, hanya harga beras yang relatif stabil, sedangkan harga komoditi lainnya seperti gula pasir mengalami kenaikan signifikan. "Oleh karena itu sampai sekarang Bulog belum ada melakukan operasi pasar," katanya.


Agen Penyalur Gula Pasir


Rusli menambahkan sejak akhir Desember 2008, Bulog diberi tugas baru oleh
pemerintah sebagai agen penyalur gula pasir. Namun mulai berjalan awal tahun 2009 baru dapat menebusnya sebanyak 4.000 ton.


Fungsi sebagai agen penyalur, Bulog hanya mengeluarkan Surat Perintah Setor (SPS) kepada perusahaan yang mengajukan pembelian gula pasir. Ada 18 perusahaan resmi di bawah nauangan Asosiasi Pengusaha Gula Sumut (Apegsu) yang menjadi mitra Bulog. Jadi hanya 18 perusahaan itu yang boleh mengajukan permintaan ke Bulog.

Kemudian SPS yang sudah diperoleh perusahaan tadi diajukan ke bank untuk
pembayaran. Setelah itu, kuitansi dari bank ditujukan ke PTPN seluruh Indonesia dan RNI yang memupai produksi gula pasir.


Tahun ini Bulog minta 10.000 ton ke Jawa, juga menyusul minta 20.000 ton, tapi semua tidak kebagian. Terakhir minta 3.000 ton, tapi disetujui 1.000 ton, itupun mengambilmnya di Lampung sehingga perusahaan di Medan tidak mau menebusnya. Sebab persetujuan itu dibuat akhir Ramadhan di mana harganya mulai turun. "Permintaan gula pasir di pabrik-pabrik gula PTPN dan RNI antri, banyak yang tidak kebagian," katanya. (wie)