-->

Headlines

The Ecosoc News Monitor

31 May 2007

Job duration extended for foreign labor

The China Post
31 Mei 2007

Foreign workers in Taiwan will see their maximum employment duration extended to nine years from six years, based on a set of revisions to the Employment and Services Law, which just passed the screening by the Committee on Health, Environment and Social Welfare under the Legislative Yuan yesterday.

The draft amendment is a compromised version of an earlier proposal that advocated lifting the employment limit altogether, which met strong opposition from the Council of Labor Affairs (CLA).

At the screening session, CLA Deputy Chairwoman Tsao Ai-lan said dropping the employment time limit for foreign workers would have a social and economic impact on Taiwan and increase the personnel costs of their employers.

Read More...

Insurance for Maids Under Study

Arab News
31 May 2007

JEDDAH,A new system of insurance for housemaids is currently under study in Saudi Arabia, according to Saad Al-Baddah, head of the National Committee for Labor Recruitment.

“The system is aimed at safeguarding the interests of employers who incur financial losses when their maids do not fulfill contractual obligations or run away,” Al-Baddah told Arab News yesterday. The insurance will, among other things, cover the cost of sending back unwanted maids, which used to be the responsibility of the employers.

A meeting of labor officials, employer representatives and insurance companies will be held in Riyadh on July 4 to draft new regulations related to the scheme.

Read More...

Fasilitasi Konseling TKI Bermasalah

Batam Pos
31 Mei 2007

Guna meminimalisir kasus TKI bermasalah di Batam akhir-akhir ini, Pemko Batam berinisiatif memberikan fasilitas dan konseling bagi TKI yang berada di penampungan sementara di Shelter Pusat Pelayanan Korban Kecelakaan Perempuan dan Anak (P2K2PA), Sekupang.

Program ini salah satu kegiatan yang dijalankan Pemko Batam melalui Kantor Pemberdaya Perempuan (KP2) untuk menangani korban TKI bermasalah. Program yang dijalankan adalah dengan memberikan konseling dan bimbingan mental kejiwaan yang dilakukan secara berkala, dan rutin oleh psikolog yang ada di KP2 Kota Batam.

Read More...

LP2TKI Latih 1.500 Orang Setiap Bulan

Batam Pos
31 Mei 2007

Khusus TKI ke Singapura
Lembaga Pemberdayaan dan Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia (LPTKI) di Batam Centre setiap bulannya memberikan pembengkalan rata-rata 1.500 TKI. LP2TKI khusus melatih TKI yang diberangkatkan ke Singapura.

Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Luhut Marbun mengatakan, LP2TKI yang saat ini dikelola pihak swasta, PT Batam International Training Centre (BITC) aktif memberikan pelatihan. ”Koordinasi dengan Disnaker berjalan baik. LP2TKI berfungsi fungsinya memberikan Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP). Setiap pembekalan, kita selalu diundang. Ada juga dari Otorita Batam, kepolisian, termasuk Depag Kota Batam,” kata Luhut, Selasa (29/5) lalu.

Read More...

[Yuyun Nuril Laili] TKW Asal Jombang Tewas di Hongkong

KCM/Antara News Agency
31 Mei 2007

JOMBANG - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Jombang, Jawa Timur, Yuyun Nuril Laili (27), ditemukan tewas setelah terjatuh dari rumah tingkat majikannya di Hongkong. Muhammad Yusuf, orang tua korban saat ditemui di rumahnya Desa Kepuhdoko, Kecamatan Tembelang, Jombang, Kamis, mengaku, menerima kabar tersebut dari PT Balanta Budi Prima, Perusahaan Jasa TKI, yang memberangkatkan korban ke Hongkong. "Katanya, anak saya meninggal akibat terjatuh dari rumah loteng (tingkat) majikannya pada tanggal 25 Mei lalu," ucap Yusuf menuturkan.

Read More...

30 May 2007

Tiga Tersangka Baru Kasus Korupsi Bekas Bupati Jember

TEMPO Interaktif
30 Mei 2007

Jember: Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus korupsi bekas Bupati Jember Samsul Hadi Siswoyo. Tiga tersangka itu antara lain Umi Susiki, Dian Fajarwati, dan Yupi. Mereka adalah staf Bagian Tata Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Jember.

Read More...

Pondok Ibu Sadar Gizi Diluncurkan

Detik.com
30 Mei 2007

Jakarta - Persoalan gizi buruk di Indonesia masih terus melanda. LSM Qatar Charity bekerjasama dengannLembaga Kemanusiaan Nasional Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) meluncurkan program Pondok Gizi Ibu Sadar Gizi (PG Budarzi). Program yang diluncurkan hari ini pukul 10.00 WIB, bertujuan untuk mengentaskan gizi buruk yang melanda Indonesia melalui pembinaan dan pendampingan secara kontinu kepada balita serta ibu hamil dan menyusui. Selain itu, memberikan informasi tentang gizi dan kesehatan anak, pemberian makanan tambahan kepada balita, penyuluhan dan kontrol
kehamilan. "Diharapkan masalah gizi buruk di Indonesia akan segera berakhir," kata
Media Center PKPU Pusat Divisi Media Komunikasi dan Publikasi Lufti
Avianto dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Rabu (30/5/2007).

Read More...

Polri Tahan 15 Orang Penjual Wanita ke Malaysia

Antara News
30 Mei 2007

Jakarta (ANTARA News) - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap 25 orang setelah menjadi tersangka kasus penjualan ratusan wanita ke Malaysia untuk dipekerjakan sebagai pelacur dan tempat hiburan malam.

Wakil Direktur Keamanan dan Trans Nasional Bareskrim Polri, Kombes Pol Bachtiar Hasanudin Tambunan di Jakarta, Selasa mengatakan, sebagian wanita yang dijual masih berstatus anak-anak di bawah umur.

"Wanita yang di bawah umur datanya dimanipulasi sehingga menjadi usia wanita dewasa," katanya.

Ia menjelaskan, para wanita yang umumnya berasal dari Jawa Barat ini dijanjikan bekerja sebagai pelayan toko dan karyawan restoran di Malaysia dengan janji upah yang cukup besar.

Read More...

Pelaksanaan Masih Tak Pasti

Radar Jember
30 Mei 2007

Penataan PKL Sekitar Pasar Tanjung

JEMBER - Penataan pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Jl Samanhudi - Untung Surapati dan sekitarnya boleh jadi akan menemui banyak kendala. Selain itu, belum ada kejelasan kapan penataan PKL itu benar-benar akan dilakukan. Indikasi itu terlihat dari tak segera terealisasinya penataan PKL di wilayah itu.

Seperti diketahui, konsep menjadikan jalur di sekitar Johar Plasa dan Pasar Tanjung sebagai pasar sore sudah tercetus sejak lama. Hingga kini, hanya gapura dan papan namanya saja yang sudah terpasang.

Di Jl Untung Surapati dekat Johar Plasa, gapura dan papan nama itu sejak lama terpasang. Bahkan, jauh lebih lama dibanding yang dipasang di Jl Samanhudi. Tak pelak, karena tak segera terealisasinya konsep penataan PKL, ada pihak yang menilai miring. Mereka rata-rata menganggap Pemkab kurang serius.

Read More...

Polri Bekuk 15 Tersangka Perdagangan Wanita dan Anak

Suara Pembaharuan Daily
30 Mei 2007

[JAKARTA] Mabes Polri menangkap 15 orang tersangka kasus perdagangan wanita dan anak-anak di Jakarta, pada 25 April 2007. Sampai sekarang, para tersangka sedang disidik penyidik Mabes Polri, dan mereka ditahan di Rutan Mabes Polri.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penerangan Umum, Divisi Humas Polri, Kombes Pol Bambang Kuncoko dalam acara konferensi di Mabes Polri, Selasa (29/5). Dalam acara itu, Bambang didampingi oleh Wakil Direktur I Bidang Keamanan dan Transnasional, Badan Reserse dan Kriminal Polri, Kombes Pol Bachtiar Hasanuddin Tambunan.

Menurut Bambang, 15 tersangka itu adalah NH, BT, DA, DN, MY, SW, HY, ZB, AD, LW, SL, JW, MS, AR, TM yang semuanya berkewarganegaraan Indonesia. Mereka memperdagangkan wanita dan anak-anak asal Sukabumi dan Subang, Jawa Barat, untuk dijadikan pekerja seks di Malaysia.

Read More...

Perempuan WNI Dijual

Kompas
30 Mei 2007

Warga Sri Lanka Diselundupkan ke Australia

jakarta, kompas - Polri ungkap sindikat perdagangan perempuan untuk dipaksa bekerja sebagai pekerja seks komersial secara terselubung di Malaysia. Korban dijual dengan harga 4.800 RM (Rp 12,37 juta). Jaringan sindikat itu berkedok perusahaan jasa pengerah tenaga kerja fiktif berinisial PT KSP.

Direktorat I Keamanan dan Transnasional Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dalam operasi bunga sejak April 2007 telah menangkap 15 orang tersangka anggota sindikat. Sebagian tersangka berasal dari PT KSP tersebut. Sebagian lainnya masih diselidiki kelompoknya. Anggota sindikat ini mengincar korbannya ke daerah di Jawa Barat, seperti Subang dan Sukabumi.

"Modusnya, mereka menjanjikan korban untuk bekerja di luar negeri sebagai penjaga toko dan pelayan kafe atau restoran, dengan gaji tinggi," kata Wakil Direktur I Keamanan dan Transnasional Komisaris Besar Bachtiar H Tambunan, Selasa (29/5).

Read More...

Lima Hari, 85 Warga Miskin Alami

KCM
30 Mei 2007

Jakarta, Aliansi Rakyat Miskin menuntut pembubaran Satuan Polisi Pamong Praja. Keberadaan Satpol PP dituding mengabaikan hak-hak rakyat miskin di Jakarta. Berdasarkan data ARN, dalam lima hari, 25 - 29 Januari 2007, terjadi 85 kali kasus
kekerasan terhadap warga miskin oleh anggota Satpol PP.

”Kami sengaja membuka fakta tersebut agar diketahui masyarakat umum. Jumlah korban makin panjang jika dihitung sejak tahun-tahun sebelumnya hingga sekarang,” kata Koordinator Penanggungjawab ARN Heru Suprapto, Rabu (30/5). ARN mengundang perwakilan dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, berbagai lembaga swadaya masyarakat, korban kekerasan Satpol PP, serta media massa.

Read More...

Patok Tanah Resahkan Masyarakat

Warta Kota
30 Mei 2007

Keresahan kembali melanda warga Meruya Selatan, Jakarta Barat. Di saat warga berjuang mempertahankan tanah milik mereka, sejumlah orang mematok sebidang tanah kosong di kawasan tersebut. Warga cemas pematokan itu meluas ke tanah-tanah kosong lain...tos

Balita Gizi Kurang Meninggal

Warta Kota
30 Mei 2007

Seorang anak Balita yang dinyatakan gizi kurang, Muhammad Dani (1), meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, Selasa (29/5) pagi. Dani meninggal dalam perawatan instansi gawat darurat (IGD)
...
Menurut data di kantor Sudin Kesehatan Masyarakat Kotamadya Jakarta Utara, sejak Januari hingga Mei 2007 tercatat ada 119 balita yang berstatus gizi kurang. Sedangkan balita yang berpotensi ke balita gizi kurang sebanyak 865 balita. Dari 119 balita gizi kurang itu, sebanyak 16 balita sudah berstatus gizi buruk...gus

Orang Misterius Patok Lahan Meruya Selatan

Berita Kota
30 Mei 2007

Pematokan lahan kosong mengejutkan warga Meruya Selatan, Jakarta Barat. Salah satu lahan yang dipatok orang misterius itu adalah Kavling Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Rt 03/04...amh

Sindikat Perdagangan Wanita Digulung

Berita Kota
30 Mei 2007

Mabes Polri membekuk 16 tersangka perdagangan wanita dan anak-anak (trafficking) sejak senin (28/5) malam. Komplotan ini adalah pelaku penjualan wanita dan anak baru gede (ABG) untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Malaysia dan Singapura...dad

Perempuan WNI Diual

Kompas
30 Mei 2007

Polri ungkap sindikat perdagangan perempuan untuk dipaksa bekerja sebagai pekerja seks komersial secara terselubung di Malaysia. Korban dijual dengan harga 4.800 RM (Rp. 12,37 Juta). Jaringan sindikat itu berkedok perusahaan jasa tenaga kerja fiktif berinisial PT KSP...(SF)

Sindikat Penjual Gadis Digulung

Pos Kota
30 Mei 2007

JAKARTA (Pos Kota) – Mata rantai jaringan sindikat perdagangan gadis desa di bawah umur untuk dijadikan budak seks di Malaysia berhasil dibongkar Mabes Polri. Dalam penyergapan di Jakarta, Bandung, Bekasi, dan Riau, petugas menciduk lima belas tersangka yang terlibat dalam jaringan bisnis haram ini.

Berhasilnya Mabes Polri membongkar sindikat penjualan wanita desa itu berkat informasi dari 10 cewek yang dipaksa jadi pelacur di Malaysia. Para korban yang dijadikan budak seks ini berhasil melarikan diri dari tempat penampungan mereka di Johor dan Kualalumpur kemudian minta perlindungan di KBRI.

Sedangkan 15 tersangka yang terlibat dalam jaringan tersebut adalah, BS, NR, DO, AR, DW, MS, SL, HR, ZB, AF, LS, dan JW. Kemudian ditangkap juga tersangka IR, HA, dan TJ. Tiga tersangka terakhir ini bertindak sebagai mencari gadis desa di Indramayu, Subang, Cianjur, Sukabumi, Cirebon, dan Bandung. Kawanan ini diringkus Minggu lalu.

“ Selama dipaksa jadi pelacur di Johor, saya tidak dibolehkan meninggalkan rumah penampungan. Jika ketahuan pergi tanpa pamit, saya digebuki, “ kata Ta, 18, asal Indrmayu, seperti ditirukan petugas.

DIJUAL RP 25 JUTA
Satu perempuan dijual kepada ‘Bapak Ayam’, istilah untuk mucikari di Malaysia dengan harga 4.800 RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar Rp 24 juta. Untuk sekali kencan melayani lelaki hidung belang, gadis desa itu mendapat bayaran 150 RM atau sekitar Rp 750 ribu.

Padahal mereka hanya menerima 10 RM, sedangkan 140 RM dipotong untuk mucikari dengan dalih mereka masih menanggung utang. Besar utang bisa dilunasi bila sudah melayani 500 lelaki. Sebanyak 10 perempuan yang jadi korban itu sudah dipulangkan Kedubes Indonesia di Malaysia ke kampung masing-masing.

Sepak terjang mafia perdagangan perempuan dan anak di bawah umur ini dimulai dengan mencari calon korban sampai ke pelosok desa. Perempuan berumur antara 14 tahun hingga 20 tahun yang diincar untuk dijadikan pelacur dan bekerja di karaoke.

“Mereka dijanjikan akan dijadikan pelayan toko, pelayan rumah makan, ataupun pekerjaan lainnya,” jelas Wadir Kamtranas Bareskrim Polri, Kombes Pol Bachtiar Tambunan didampingi Kabid Penum Humas Polri Kombes Pol Bambang Kuncoko, Selasa (29/5).

Dengan iming-iming gaji yang tinggi, pengurusan paspor dijamin, apalagi tidak dibebani ongkos keberangkatan dan biaya di penampungan, tidak sedikit wanita pencari kerja yang tergiur.

Setelah calon korban berhasil dibujuk, oleh calo alias ‘sponsor’ mereka selanjutnya dibawa ke Jakarta, Bekasi dan Bandung kemudian diserahkan ke agen untuk ditampung sementara , sambil menunggu kepengurusan dokumen keberangkatan. Salah satu agen penggerak tenaga kerja berinisial KSP di Bekasi, ikut terlibat dalam perdagangan perempuan ini.


LEWAT BATAM
Selama di penampungan, biaya makan ditanggung oleh agen dengan status utang. Namun mereka harus mengganti seluruh biaya ini termasuk transport dan komisi setelah berada di Malaysia dengan cara penghasilan mereka dipotong.

Selanjutnya, setelah paspor ada di tangan, para perempuan ini dibawa ke penampungan di Batam, Kuala Tungkal, Tanjung Balai Karimun. Agen di tempat ini lalu mengontak UM dan DAH, ‘Bapak Ayam’ alias mucikari di Johor serta Kuala Lumpur yang akan membeli mereka.

Kasus trafficking ini terungkap sejumlah wanita Indonesia yang bekerja di tempat hiburan malam dan pelacuran kabur ke KBRI di Kuala Lumpur. Terakhir pada akhir Maret 2007 lalu 5, wanita Indonesia yang dijadikan budak seks dipulangkan oleh kedubes.

Pihak SLO kepolisian RI yang bertugas di Kedubes Indonesia bekerjasama dengan Mabes Polri lalu melakukan penyelidikan jaringan perdagangan perempuan ini, baik yang ada di Indonesia maupun Malaysia. Para tersangka dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan, serta pasal 54 UU No 9/1999 tentang imigrasi.
(irda)

29 May 2007

Polisi Tangkap 15 Tersangka Perdagangan Wanita dan Anak

TEMPO Interaktif
29 Mei 2007

Jakarta: Kepolisian telah menangkap 15 orang tersangka kasus perdagangan wanita dan anak-anak pada 25 April lalu. Saat ini 15 tersangka itu masih ditangani oleh penyidik. "Mereka sudah ditahan," kata Kepala Bidang Penerangan Umum, Komisaris Besar Polisi Bambang Kuncoko kepada wartawan di Markas Besar Kepolisian, Selasa (29/5).

Read More...

Malaysia still needs Indonesian workers: Official

Xinhua
29 Mei 2007

Malaysia still needs Indonesian migrant workers and therefore would keep on trying to improve their welfare and salary, visiting Minister of Information Seri Zainudin Bin Maidin said Tuesday.

Read More...

Pembantu Rumah Tangga asal China Sangat Menggoda

Sinar Harapan
29 Mei 2007

Ditolak Para Ibu Rumah Tangga di Malaysia
Kuala Lumpur – Rencana pemerintah Malaysia untuk mencari tenaga pembantu rumah tangga dari China rupanya meresahkan para istri maupun ibu rumah tangga di negeri jiran tersebut. Mereka enggan menerima pembantu asal China karena khawatir suaminya bakal “kecantol” rayuan bedinde berkulit putih itu.
Kekhawatiran ini kemudian disampaikan kaum wanita dari Asosiasi China-Malaysia (MCA) kepada Kementerian Dalam Negeri. Ketua Wanita MCA yang juga wakil Menteri Keuangan Malaysia, Ng Yen Yen meminta pemerintah menunda rencananya untuk merekrut perempuan asal China sebagai pembantu rumah tangga.
Ng mengatakan partai politiknya menerima sejumlah keluhan para istri yang suaminya jatuh ke pelukan wanita-wanita yang dijulukinya little dragon ladies itu.

Read More...

TKI Asal Asahan Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Suara Pembaharuan Daily
29 Mei 2007

(MEDAN) Tiga tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), terancam menjalani hukuman mati, atas tuduhan kasus pembunuhan di Malaysia.

Ketiga TKI yang terancam menjalani hukuman mati di Malaysia itu adalah Haliman Aliman bin Harlen Sihombing (34), Wahyudi bin Boini (25) dan Arnuh Rizat alias Erik bin Kartem (35). Ketiganya merupakan TKI resmi.

Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Publik Asahan, Zasnis Sulung, Selasa (29/5) pagi, saat dihubungi SP mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada Menteri Luar Negeri, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Kedutaan Besar RI untuk Malaysia berkaitan dengan hukuman mati tersebut.

Read More...

1,5 Bulan, TKI Deportasi Belum Dipulangkan

Batam Pos
29 Mei 2007

BATAM (BP) - Sebanyak 15 orang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dideportasi dari Malaysia April lalu, hingga kini belum dipulangkan. Mereka ditampung di Shelter Kantor Pemberdayaan Perempuan (KPP), Sekupang.

Salah seorang mantan TKW, Betty (23) mengaku, pasrah menunggu kepastian waktu pemulangan mereka ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia sudah lama menunggu informasi dari Pemko Batam soal jadwal pemulangan, tetapi tidak kunjung terealisasi. ”Katanya hari Rabu. Tapi Rabu kemarin (23/5) juga dijanjikan, tidak jadi,” ujarnya, Ahad (27/5) kemarin.

Read More...

Presiden: Wajib Hukumnya, KBRI Lindungi Seluruh TKI

Antara News
29 Mei 2007

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran pemerintahannya untuk memberikan perhatian dan pelayanan serius kepada para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri karena walau bagaimanapun mereka adalah bagian dari solusi yang mendatangkan devisa bagi negara.

"Saya sering mengingatkan para Duta Besar kita, berikan perhatian yang sangat serius pada masalah tenaga kerja kita. Mereka adalah bagian dari solusi, pahlawan devisa, wajib hukumnya bagi kita untuk memberikan perlindungan dan pelayanan bagi saudara-saudara kita itu," kata Presiden ketika meninjau kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa.

Oleh karena itu, Presiden meminta semua jajaran pemerintahannya di Imigrasi (Depkumham) dan Deplu agar bekerja sebaik-baiknya dalam memberikan pelayanan.

Read More...

Presiden Tinjau Pelayanan Paspor di KBRI Kuala Lumpur

Antara News
29 Mei 2007

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungannya ke Kedutaan Besar RI (KBRI) Kuala Lumpur, Selasa siang, meninjau langsung tempat pelayanan pembuatan paspor bagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Presiden yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri kabinet tersebut sempat berbicara dengan ratusan orang WNI yang saat itu kebetulan sedang mengurus perpanjangan paspor, pengurusan visa, pindah alamat, dan berbagai keperluan lainnya.

Dalam pesan singkatnya, Presiden menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk membantu berbagai permasalahan WNI maupun tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

"Ini berlaku bagi semua, bahwa kalau ada masalah, KBRI atau Konsulat Jenderal wajib hukumnya untuk memberikan bantuan. Saya sudah berbicara kepada PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi agar saudara kami dari Indonesia yang bekerja di Malaysia dengan tujuan baik, agar diberikan pelayanan dan perlindungan yang baik pula," katanya yang disambut tepuk tangan meriah ratusan WNI dan TKI yang berada di ruangan tersebut.

Read More...

PKL Diapusi, Tenda Tak Sesuai Janji

Radar Jember
29 Mei 2007

JEMBER - Penataan pedagang kaki lima (PKL) Jalan Citarum semakin terkesan tanpa konsep. Setelah pedagang protes omset menurun akibat penataan maupun model tenda yang tak mengesankan orang jualan, pemkab menyerah. Mereka membolehkan para pedagang membongkar tenda dan mengubahnya.

Yang mengejutkan, ternyata model tenda yang sekarang ini berdiri kokoh, tak sesuai janji. PKL diapusi. Para PKL Jl Citarum itu mengaku kecewa dengan tenda yang saat ini dipasang. Sebab, ketika tim penataan PKL Jalan Citarum melakukan sosialalisasi sekitar sembilan bulan lalu, tenda yang dijanjikan adalah seperti tenda milik PKL Alun-Alun. Bukan tenda yang seperti saat ini terlihat.

Read More...

Ditengarai TKI Ilegal

Radar Jember
29 Mei 2007

TKW Yang Terancam Hukuman Mati
BONDOWOSO - Hingga kemarin, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bondowoso terus berusaha keras mengungkap alamat Nur Fadilah, warga Sukosari yang terancam hukuman mati di Arab Saudi. Selain memerintahkan Camat Sukosari, Supartadi, dan Camat Sumberwringin, Abdus Salam, Disnakertrans juga menerjunkan dua petugas di lapangan.

Kepala Disnakertrans Bondowoso,Sugeng Witjahjo SH, nama Nur Fadilah dipastikan tidak tercatat di instansinya. " Dari tahun 2005-2007 kami tidak mencatat nama Nur Fadilah," katanya kemarin.

Read More...

Yudhoyono tells embassies to protect Indonesian workers

The Jakarta Post
May 29, 2007

KUALA LUMPUR (Antara): President Susilo Bambang Yudhoyono said Tuesday that Indonesian embassies in all over the globe have to give protection to Indonesians working in their respected countries.

"I often remind ambassadors to give serious attentions to problems faced by Indonesian workers. They are part of solution. They are foreign exchange heroes," he said when visiting Indonesian embassy in Kuala Lumpur.

Therefore, he added, all people in embassies -- immigration offices and foreign ministry -- have to give best services to the workers.

Read More...

[NN —Arab Saudi] TKW Tewas Dianiaya

Berita Kota
29 Mei 2007

Pulang dari Arab Saudi TKW Tewas Dianiaya

Korban baru 12 hari dipulangkan majikannya dari Arab Saudi. Pada bagian kepala ditemukan luka bekas benturan benda keras, luka gigitan di lengan, dan lebam di kelopak mata. Anehnya pihak perusahaan terkesan bungkam... min

4 Balita Gizi Buruk Dirujuk Ke Puskesmas

Berita Kota
29 Mei 2007

Program 'bapak angkat' untuk menanggulangi balita gizi buruk di Jakarta Selatan ternyata jalan di tempat. Jumlah balita penderita gizi buruk serta bawah garis merah (BGM) tetap tinggi. Malah di RW 06 Kelurahan Guntur, empat balita BGM terpaksa dirujuk ke puskesmas... jay

Restaurant operator sues RELA for alleged abuse of power

The Jakarta Post
29 May 2007

KUALA LUMPUR (AP): A restaurant operator has sued Malaysia's volunteer security force or RELA for alleged abuse of power, a lawyer said Tuesday of the latest in a series of criticisms of the corps.

Chen Yau Choy claims that members of RELA, demanded bribes in exchange for the release of suspected Indonesian illegal immigrants who were taken into custody after being found working at Chen's suburban Kuala Lumpur food court.

Read More...

Push for RM900 minimum wage ruling for private sector

The Star Online
May 29, 2007

PUTRAJAYA: The Malaysian Trades Union Congress (MTUC) will first use the soft approach in urging the Government to enforce a national minimum monthly wage of RM900 in the private sector.

Read More...

Mediasi Tak Berjalan

Berita Kota
29 Mei 2007

Perseteruan antara warga Meruya Selatan dan PT Portanigra, akhirnya bermuara di meja hijau. Sidang Perdana gugatan perlawanan dari warga Meruya Selatan terhadap PT Portanigra di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Senin (28/5). Sidang hanya berlangsung lebih kurang 20 menit lantaran majelis hakim yang dipimpin oleh Hesmu Purwanto dan anggota Singgih DP meminta agar kedua belah pihak yang berseteru untuk melakukan mediasi...oan

Warga Meruya Kepung PN Jakbar

Pos Kota
29 Mei 2007

JAKARTA (Pos Kota) – Ratusan Warga Kelurahan Meruya Selatan Kecamatan Kembangan Jakarta Barat dan Mahasiswa Universitas Mercu Buana, Senin (28/5), menyerbu Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Kehadiran mereka untuk menyaksikan sidang pertama perlawanan hukum terhadap PT Portanigra dan H Juhri bin Haji Geni.

Kedatangan warga ke kantor pengadilan itu sempat memacetkan lalulintas karena, rombongan menggunakan 3 bis besar sejumlah Metro Mini dan ratusan sepeda motor. Halaman parkir pengadilan tak mampu menampungnya, sehingga kendaraan mereka terpaksa diparkir di badan Jl. S.Parman.

Read More...

[Laela, 36 —Arab Saudi] TKW Tewas Dianiaya

Pos Kota
29 Mei 2007

JAKARTA (Pos Kota) – Laela,36, tenaga kerja wanita (TKW) yang disebut-sebut tewas karena sakit, diduga mengalami penganiayaan sebelum menghembuskan nafas terakhir. Tubuhnya ditemukan bekas pukulan benda tumpul serta ada bekas gigitan.

Menurut Dr Zulhasmar Syamsu, Kepala Forensik RSCM, hasil pemeriksaan pada jenazah Laela menunjukkan banyaknya lebam bekas penganiayaan. Luka antara lain terdapat pada mata kiri, punggung dan paha. Bahkan pada lengan kiri atas terdapat luka bekas gigitan.

Read More...

Pemkot Siapkan 10 Kantong PKL

Seputar Indonesia Jawa Tengah dan DIY
29 Mei 2007

SOLO (SINDO)- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menyiapkan 10 kantong Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam pengerjaan tahap pertama proyek city walk.

Kantong-kantong PKL tersebut terletak di kawasan perempatan Purwosari hingga perempatan Ngapemen (lihat tabel). Pemberian kantong tersebut untuk mempermudah Pemkot dalam melakukan pengerjaan tahap pertama proyek city walk. Kepala Dinas Tata Kota Agus Joko Witiarso mengatakan, pembangunan tahap pertama ini merupakan tahap pengerasan kawasan trotoar,jalur hijau, dan jalur lambat. ”Tiga jalur yang selama ini terpisah itu akan dijadikan satu.

Pengerasan dengan menggunakan paving block bermotif batik,” ungkapnya. Pada pengerjaan tahap pertama ini akan dilakukan pada Senin (4/6) mendatang. Untuk pengerjaan tahap pertama ini menggunakan dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sebesar Rp1,3 miliar dan dana Pemkot Rp2 miliar. Sementara itu, Wali Kota Solo, Joko Widodo mengatakan, untuk merealisasikan proyek city walk,pemkot Solo akan terus melakukan penataan di sepanjang kawasan city walk. Meski dalam konsep tidak ada space bagi PKL, di kawasan iti tetap akan dibuatkan kantongkantong khusus bagi PKL. ”Para PKL itu akan berjualan menggunakan gerobak dorong dan tidak menggunakan tenda,” ujar Joko Widodo.

Read More...

597 Overstayers, Criminals Netted in Pre-Dawn Raids

Arab News
29 May 2007

JEDDAH, Security forces arrested 597 people of different nationalities in an early morning raid yesterday in the southern parts of Jeddah.

A police spokesman revealed that many of those arrested were wanted in relation to various crimes. Officials said the locations were kept under surveillance before the early morning operation.

Read More...

Ada Terpaksa Lari, Ada Pula yang Menjadi Gila

KCM Kompas
29 Mei 2007

Derita TKW

Dua tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia bekerja untuk sepasang keluarga keturunan India, Mahender Murlidhar Sabhnani (51) dan istrinya Varsha Mahender Sabhnani (45), di Long Island, New York, AS. Majikan Samirah dan Nona, dua TKW itu, sangat dikenal di lingkungan bisnis AS.

Maklum, mereka memiliki bisnis parfum beromzet jutaan dolsiwi Yunita Clar AS. Majikan ini juga suka malang melintang di pesta-pesta sosial kalangan jet set New York.

Di rumah, sejoli keturunan India ini adalah "setan". Perbuatan mereka pada dua TKW mengejutkan komunitas Asia dan menjadi berita menghebohkan di New York.

Read More...

Tiap Minggu, Puluhan TKI Ilegal Dipulangkan

Type your summary here

Read More...

28 May 2007

SBY-Badawi Bahas TKI

Surya
28 May 2007

Jakarta -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertemu Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi guna membahas hubungan bilateral. Salah satu materi pembahasan adalah masalah tenaga kerja Indonesia dan investasi.

Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, di Jakarta, Minggu (27/5) pagi, mengatakan SBY akan berada di Kuala Lumpur selama tiga hari, 27-29 Mei. Di sana, SBY juga mengikuti acara Forum Ekonomi Islam Dunia ke-3.

Read More...

Labor Problems Haunt Palm Oil Agreement

Ohmy News
28 May 2007

The rights of Indonesian workers in Malaysia still unresolved


Indonesia and Malaysia, two of the world's largest palm oil producers, reaffirmed plans to set aside a combined 12 million metric tons of palm oil a year for biodiesel production on Friday despite criticism of the industry from the West and a recent surge in palm oil prices that could threaten biodiesel projects.

Read More...

Malaysia segera beri asuransi pada PRT asing (termasuk Indonesia)

Deplu: WNI di Arab Saudi agar Patuhi Hukum

Kami berharap aturan pemberian asuransi itu membuat para pembantu asing yang bekerja di sini merasa senang, percaya diri, dan aman. Biaya asuransi untuk setiap pekerja sekitar 75 ringgit (hampir Rp 200.000)
-- Menteri Dalam Negeri Malaysia Mohamad Radzi Sheikh Ahmad di Kuala Lumpur, Jumat(25/5)

Suara Pembaharuan Daily
28 Mei 2007

[JAKARTA] Juru Bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Legowo mengingatkan, warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi agar mematuhi ketentuan hukum di negara tersebut.

Menurut dia, pada awal April lalu Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan agar semua warga negara asing yang izin tinggalnya sudah habis atau overstay serta yang tidak terdokumentasi (undocumented), dalam waktu dua bulan segera meninggalkan negara itu. Jika sampai 1 Juni ketentuan itu tidak dipatuhi, warga negara asing bisa dikenai tahanan selama enam bulan dan denda 10.000 Riyal. Denda ini juga akan dikenakan kepada majikan yang mempekerjakan mereka.

"Perwakilan Indonesia di Arab Saudi telah melakukan beberapa langkah, antara lain bertemu masyarakat Indonesia dan mengimbau agar semua WNI bisa mematuhi ketentuan hukum yang berlaku," kata Kristiarto.

Dia menyebutkan, banyak kasus WNI yang bepergian ke Arab Saudi untuk tujuan beragam telah secara sengaja melewati izin tinggal yang akhirnya bisa dipulangkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Pada 2006, ada 23.000 WNI yang dideportasi oleh Pemerintah Arab Saudi. Lalu dari Januari hingga April 2007, ada sekitar 8.800 WNI yang berstatus overstayer atau undocumented dan kemudian dideportasi.

Sedangkan untuk kasus penyiksaan dua WNI di Amerika Serikat (AS), yaitu Samirah dan Nona, Kristiarto menjelaskan, kondisi mereka membaik.

"Mereka sudah keluar dari Nassau University Medical Center dan ditempatkan di penampungan yang aman dan diawasi penegak hukum setempat," kata Kristiarto.

Samirah dan Nona yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu disiksa dan diperlakukan seperti budak oleh sepasang suami-istri asal India. Menurut Kristiarto, "Kami belum bisa memastikan kepulangan mereka ke Indonesia. Sebab, keberadaan mereka di New York masih dibutuhkan untuk proses peradilan yang masih berlangsung," ucapnya.

Secara terpisah, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Soeparno, anggaran pemulangan TKI dari Arab Saudi bukan hanya bersumber dari pemerintah namun juga akan ditanggung oleh perusahaan pengirim, asuransi dan bantuan dari Pemerintah Arab Saudi. Kendati demikian, pemerintah tetap menanyakan ke Pemerintah Arab Saudi mengenai status TKI yang berada di negara itu.

"Saya akan mengirimkan surat ke Menteri Ketenagakerjaan Arab Saudi untuk menanyakan yang overstay, apakah ilegal murni atau apakah masih dipergunakan oleh majikan," jelas Erman menjawab SP, di Jakarta, Jumat (25/5).

Bila TKI tersebut masih dipekerjakan, lanjutnya, maka harus diputihkan dan dipenuhi dokumennya oleh pihak yang mempekerjakan. Pemerintah juga meminta agar majikan yang masih mempekerjakan TKI ilegal, juga di hukum.

Asuransi PRT

Sementara itu, Pemerintah Malaysia segera mengeluarkan kebijakan terkait pemberian asuransi kepada para pembantu rumah tangga (PRT) asing. Langkah itu dilakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan para pekerja asing di sana.

Menurut Menteri Dalam Negeri Malaysia Mohamad Radzi Sheikh Ahmad di Kuala Lumpur, Jumat (25/5), asuransi itu meliputi kematian, kecelakaan dan perawatan di rumah sakit.

"Kami berharap aturan pemberian asuransi itu membuat para pembantu asing yang bekerja di sini merasa senang, percaya diri, dan aman. Biaya asuransi untuk setiap pekerja sekitar 75 ringgit (hampir Rp 200.000)," kata Radzi.

Kebijakan yang itu diharapkan dapat disetujui oleh kabinet dalam dua pekan ke depan. Tawaran itu dilontarkan Radzi setelah bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia Erman Soeparno.

Saat ini ada sekitar 350.000 pembantu asing yang bekerja di Malaysia, dan 95 persen di antaranya berasal dari Indonesia. [AP/E-9/O-1/L-10]

Seorang TKI Dipulangkan

Media Indonesia
28 Mei 2007

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) Siti Zubaidah, 28, asal kabupaten Madiun, Jawa Timur, dipulangkan, Jum'at (25/5) karena shocked dan mengalami luka serius akibat terjadi dari lantai tujuh sebuah apartemen agen penyalur tenaga kerja yang mempekerjakannya di Taiwan.

Read More...

‘Those Who Help Overstayers Will Be Punished’

Arab News
May 28, 2007

MAKKAH, 28 May 2007 — Col. Aid ibn Tagalib Al-Luqmani, head of the Passport Department in Makkah, said there was no let up in the drive against overstayers. In an interview with Arab News, he said: “Citizens and expatriates who employ or help overstayers are also being severely punished.”

According to Al-Luqmani, a new fingerprint system that has recently been implemented by the Passport Department is of great value since it helps apprehend individuals who have returned to the Kingdom after deportation. “They cannot come back because the system will detect them,” he said, adding that they will be punished and sent back to their countries. Al-Luqmani added that the Passport Department has so far fined 300 individuals who have been caught helping overstayers. Following is the text of the interview:

Read More...

Mother uncertain of daughter's fate

The Jakarta Post
May 28, 2007

The weather was cool in Sukorejo, Jember regency. The rain left a scent of wet earth and water dripped from the trees in this village some 160 kilometers from Surabaya.

In a modest house at the edge of the village, Ginah, 53, and her family waited for news from Mardiyah, her daughter who is now being detained in Saudi Arabia.

"Mardiyah sent me a letter saying she will be executed," Ginah told The Jakarta Post.

Read More...

Deplu: WNI di Arab Saudi agar Patuhi Hukum

Suara Pembaharuan Daily
28 Mei 2007

[JAKARTA] Juru Bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Legowo mengingatkan, warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi agar mematuhi ketentuan hukum di negara tersebut.

Menurut dia, pada awal April lalu Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan agar semua warga negara asing yang izin tinggalnya sudah habis atau overstay serta yang tidak terdokumentasi (undocumented), dalam waktu dua bulan segera meninggalkan negara itu. Jika sampai 1 Juni ketentuan itu tidak dipatuhi, warga negara asing bisa dikenai tahanan selama enam bulan dan denda 10.000 Riyal. Denda ini juga akan dikenakan kepada majikan yang mempekerjakan mereka.

"Perwakilan Indonesia di Arab Saudi telah melakukan beberapa langkah, antara lain bertemu masyarakat Indonesia dan mengimbau agar semua WNI bisa mematuhi ketentuan hukum yang berlaku," kata Kristiarto.

Read More...

Presiden Bertemu PM Badawi

Sindo
28 Mei 2007

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan bertemu Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Badawi di Kuala Lumpur selama tiga hari (27–29 Mei 2007).

Salah satu agenda yang akan dibahas dalam pertemuan itu menyangkut nasib tenaga kerja
Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia. Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal mengatakan, Malaysia saat ini sedang merancang Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan, yang salah satunya mengatur soal perlindungan hukum bagi TKI.“Nantinya, UU itu menyangkut dua hal, yaitu tenaga kerja asing di Malaysia akan disamakan haknya dengan tenaga kerja Malaysia sendiri,” ungkap Dino di Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta, sebelum mengikuti Presiden SBY bertolak ke Kuala Lumpur,Malaysia,kemarin.

Read More...